TPA Cikundul Padam, 400 Personel Siaga Pantau Titik Panas
Sukabumi — Penanganan titik api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, memasuki tahap pemantauan. Polisi menyebut kondisi di lokasi sudah terkendali setelah tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan selama empat hari.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan lebih dari 400 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk menangani kondisi di kawasan TPA.
Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, mahasiswa, hingga masyarakat.
“Mulai Sabtu, Minggu, Senin sampai hari ini, semua tim bekerja bersama-sama. Mulai dari TNI, Polri, unsur pemerintahan, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, mahasiswa, dan masyarakat,” kata Sentot, Selasa (29/9/2026).
Untuk mempercepat proses penanganan, petugas membagi kawasan TPA menjadi tiga sektor. Setiap sektor diperkuat sekitar 100 personel yang bertugas melakukan penyisiran, penyiraman, penguraian tumpukan sampah, hingga penutupan kembali area yang telah ditangani.
Operasi tersebut juga didukung tiga unit ekskavator dan 15 armada tangki air.
Ketersediaan tangki air di lokasi membuat petugas bisa langsung melakukan pendinginan tanpa harus berulang kali mengambil air dari sungai. Menurut kepolisian, pola tersebut membantu mempercepat proses penanganan selama empat hari.
Setelah api dinyatakan padam, tim gabungan masih melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada panas yang tersisa di dalam tumpukan sampah.
Basarnas bersama unsur terkait menggunakan drone yang dilengkapi kamera thermal. Perangkat tersebut digunakan untuk mendeteksi perbedaan suhu dari udara, termasuk kemungkinan titik panas yang tidak terlihat secara kasatmata.
Sentot mengatakan hasil pemantauan udara akan menjadi dasar petugas untuk menentukan lokasi yang perlu kembali disiram atau didinginkan.
“Drone naik dulu, lihat thermal. Kalau ada yang merah di gambar, langsung kita siram,” ujarnya.
Kepolisian juga masih menelusuri penyebab munculnya titik api di kawasan TPA Cikundul.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui faktor yang memicu kejadian tersebut. Polisi mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk kondisi lingkungan dan faktor lain yang ditemukan dalam proses penyelidikan.
Sentot menegaskan penanganan hukum akan dilakukan apabila penyelidikan menemukan adanya unsur kesengajaan.
Di sisi lain, masyarakat sekitar diminta ikut mencegah munculnya titik api baru. Warga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar tanaman kering di sekitar kawasan TPA.
Meski kondisi lokasi telah dinyatakan terkendali, personel gabungan belum sepenuhnya meninggalkan kawasan TPA Cikundul.
Polres Sukabumi Kota bersama TNI dan instansi terkait menyiapkan pemantauan selama lima hari ke depan. Patroli dan pemeriksaan menggunakan drone thermal dilakukan secara berkala pada pagi dan malam hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila kembali muncul titik panas di kawasan TPA.
(Evi)
