Baru tujuh menit pertandingan berjalan, Messi terlibat benturan keras ketika mencoba melewati dua pemain bertahan Necaxa di depan kotak penalti. Meski sempat berdiri dan melanjutkan permainan, bahasa tubuhnya menunjukkan ketidaknyamanan yang jelas.
Tak berselang lama, tim medis Inter Miami masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan. Messi sempat mencoba bertahan, namun akhirnya ia menyerah pada rasa sakit dan keluar lapangan di menit ke-11, digantikan oleh Federico Redondo.
Insiden ini langsung mengejutkan ribuan penonton di stadion yang memadati tribun, sekaligus menimbulkan kekhawatiran mendalam tentang kondisi kapten andalan mereka.
Hingga berita ini ditulis, Inter Miami belum memberikan keterangan resmi mengenai seberapa serius cedera yang dialami Messi. Tim medis klub masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Kondisi Messi menjadi perhatian serius, apalagi ia sempat absen cukup lama usai Copa América 2024. Musim ini, Mascherano sebenarnya lebih sering menurunkannya secara penuh—bahkan mencatatkan 80 menit lebih bermain di 24 laga.
Keputusan itu sempat memicu polemik, terlebih saat Messi memilih absen di laga MLS All-Star karena alasan kelelahan. Situasi ini menyoroti pentingnya pengelolaan fisik pemain, khususnya dengan usia Messi yang kini 38 tahun.
Cederanya Messi tentu menjadi pukulan telak bagi Inter Miami, yang akan menghadapi Pumas UNAM pada Rabu mendatang dalam lanjutan grup Leagues Cup. Laga tersebut sangat krusial, karena Miami menargetkan lolos ke perempat final sebagai salah satu wakil terbaik MLS.
Kini, Javier Mascherano tak hanya dituntut menyiapkan strategi matang, tetapi juga harus bijak dalam mengatur kondisi skuad—terutama sang maestro yang menjadi nyawa tim.
( Robby )