Luput dari Bansos, Ahmad Warta Bertahan Hidup dengan Penghasilan Serabutan
Setiap hari, Ahmad membantu mengatur kendaraan yang keluar masuk gang dan menolong warga menyeberang jalan. Upah yang diterimanya hanya seikhlas pemberi. “Selama ini saya tidak pernah mendapat bantuan, baik dari desa maupun kantor pos,” ujar Ahmad, Selasa (16/9/2025).
Ahmad tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan dua anaknya. Anak sulungnya terpaksa putus sekolah di kelas 2 SMP karena keterbatasan biaya, sedangkan anak bungsu masih duduk di bangku kelas 5 SD. Istrinya hanya seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan tambahan.
Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) Adi saat di konfirmasi ia menilai, Ahmad kemungkinan tidak terdaftar sebagai penerima bansos karena data Kartu Keluarga (KK) belum diperbarui di sistem pemerintah. “Kami mengimbau warga segera memperbarui data kependudukan ke kantor desa agar hak mereka terkait program bantuan pemerintah bisa tersalurkan,” jelasnya.
Pemerintah desa, lanjut Adi, siap memfasilitasi proses pembaruan data agar program bansos tepat sasaran dan warga yang berhak dapat menerima bantuan sesuai ketentuan.
Kisah Ahmad menjadi potret bahwa masih ada warga miskin yang terlewat dari program bantuan, menuntut perhatian serius pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat untuk memperbarui data kependudukan.
( Ddy )
