HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Adat Baduy Geram! Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembegalan Warga Baduy di Jakarta: “Jangan Diam Saat Kami Dizalimi”

Jakarta Masyarakat adat Baduy angkat suara menyusul kasus pembegalan sadis yang menimpa warganya, Revan, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hingga berita ini diterbitkan, pelaku yang menebas korban dengan senjata tajam saat merampas uang dan madu jualannya itu belum juga tertangkap.

Peristiwa tragis tersebut terjadi Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 04.15 WIB di Jalan Pramuka. Empat pria tak dikenal menghadang Revan, warga Suku Baduy asal Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Mereka merampas uang tunai sekitar Rp3 juta dan 10 botol madu, lalu membacok lengan kiri korban hingga bersimbah darah.

Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, membenarkan kejadian tersebut dan mengaku sudah berkoordinasi dengan Polsek Cempaka Putih.

“Benar, kasus ini sudah ditangani polisi. Kami berharap pelaku segera tertangkap, agar ada keadilan bagi warga kami yang menjadi korban,” ujarnya tegas.

Sementara itu, tokoh adat Baduy menyatakan keprihatinan dan menyerukan agar pemerintah serta aparat penegak hukum bertindak cepat.

“Warga Baduy tidak pernah mencari masalah, hidup kami damai dan jauh dari kekerasan. Tapi kalau ada warga kami dizalimi dan dilukai, kami tidak bisa tinggal diam,” kata salah satu pemangku adat yang enggan disebut namanya.

Ia menegaskan, masyarakat Baduy menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak berwenang, namun meminta agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Kami ingin hukum ditegakkan. Jangan biarkan pelaku kejahatan merasa bebas setelah melukai warga kami,” tambahnya.

Kasus ini memicu keprihatinan luas karena masyarakat Baduy dikenal jujur, sederhana, dan menjauhi kekerasan. Insiden ini menjadi peringatan bahwa ancaman kejahatan jalanan di ibu kota masih menghantui siapa pun—bahkan mereka yang datang dengan damai dari pelosok Banten.

Pihak kepolisian menyatakan masih memburu para pelaku. Warga Baduy dan masyarakat Lebak berharap, keadilan untuk Revan segera ditegakkan sebelum luka masyarakat adat semakin dalam.

Reporter : HKZ