HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jalan Poros Desa Padasuka Hancur Lebur, Warga Tanam Pisang: “Kalau Nggak Diperbaiki, Ya Minimal Bisa Panen!”

Kab. Lebak — Pemandangan tak biasa muncul di Kampung Cikarumung, Desa Padasuka, Kecamatan Maja. Bukan sedang panen raya, bukan pula program penghijauan desa. Warga justru menanam pohon pisang di tengah Jalan Poros Desa sebagai bentuk protes karena jalan rusak tak kunjung disentuh pemerintah.

Aksi itu terjadi pada Sabtu (15/11/2025) dan langsung menyita perhatian publik.

Menurut warga setempat, aksi tanam pisang ini bukan sekadar guyonan. Ini simbol kekecewaan, sekaligus “pagar betis” agar pemerintah akhirnya menengok kondisi jalan yang sudah lama rusak parah.

Jalan Poros Desa Padasuka sendiri merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Padasuka dan Desa Binong. Kondisinya? Membuat siapa pun berpikir dua kali untuk lewat, apalagi jika hujan turun dan jalan berubah menjadi “waterpark” mini lengkap dengan kubangan air dan lumpur.

Seorang warga berinisial AW, mengungkapkan kekesalannya ketika ditemui wartawan, Minggu (16/11/2025).

“Kami tanam pohon pisang ini karena kecewa. Jalan rusak parah ini sudah dibiarkan lama. Nggak ada perhatian,” ujarnya.

AW menegaskan bahwa jalan tersebut menjadi jalur vital bagi warga, termasuk pelajar, petani, hingga para pedagang yang setiap hari melintas.

“Anak-anak sekolah lewat sini setiap hari. Petani ke ladang juga lewat sini. Pedagang juga. Kalau hujan, sepatu anak-anak penuh lumpur. Jalan becek, licin, penuh kubangan,” tambahnya.

Menurut AW, kerusakan jalan yang sudah lama diabaikan ini bukan sekadar menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pelajar.

Aksi tanam pisang itu, katanya, hanyalah bentuk panggilan darurat agar pemerintah segera turun tangan.

“Kami cuma ingin pemerintah memperbaiki jalan ini. Biar aktivitas warga lancar dan kami merasa diperhatikan,” tutup AW.

Warga kini menunggu, apakah setelah adanya pohon pisang di tengah jalan, pemerintah akan segera datang memperbaiki? Atau justru menunggu sampai pohonnya berbuah?

Reporter : Hkz