HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi Mencuat di SPBU Gunungjaya Sukabumi

Sukabumi — Dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali mencuat di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, dugaan tersebut terjadi di SPBU Pertamina Gunungjaya bernomor 34.431.24 yang berlokasi di Jalan Kadudampit, Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat.

Informasi awal diperoleh dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran langsung di lapangan. Peristiwa tersebut diduga berlangsung pada Kamis dini hari (11/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan, terindikasi adanya pengisian BBM Pertalite secara berulang menggunakan kendaraan roda empat serta sepeda motor, yang diduga dilakukan oleh pihak tertentu untuk dikumpulkan kembali. Modus yang terlihat antara lain pengisian berkali-kali dengan kendaraan berbeda.

Salah seorang yang diduga sebagai pengepul BBM bersubsidi, saat ditemui di lokasi, mengakui bahwa praktik tersebut telah dilakukan. Ia menyebutkan adanya pemberian sejumlah uang tambahan kepada operator SPBU setiap kali pengisian BBM.

“Kami beli, Pak, dan biasanya memberikan uang dua sampai lima ribu rupiah ke operator setiap kali pengisian,” ujarnya.

Pengakuan serupa juga disampaikan oleh salah satu petugas SPBU. Petugas tersebut menyebut bahwa pengisian dilakukan menggunakan beberapa kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, bahkan dengan pergantian barcode.

“Kalau mobil ada sekitar empat unit, kalau motor kurang lebih sepuluh. Barcodenya berganti-ganti,” ucapnya kepada awak media.

Namun, petugas tersebut mengakui bahwa praktik tersebut tidak sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi. Meski demikian, aktivitas itu diduga tetap berlangsung. Bahkan, terdapat dugaan bahwa pihak pengawas atau supervisor SPBU mengetahui praktik tersebut, meski hal ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Hal ini menambah daftar dugaan penyimpangan dalam pendistribusian BBM bersubsidi yang berpotensi merugikan masyarakat, khususnya konsumen yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SPBU Gunungjaya maupun PT Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

(Tim)