HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sorotan Aktivis Mahasiswa KOMPAS-RAKYAT, FWS Resmi Surati BBWSC3 Banten Tindak Lanjuti Proyek Irigasi Rp138 Miliar

Banten — Sorotan tajam dari aktivis mahasiswa Kelompok Mahasiswa dan Advokasi Anggaran Rakyat (KOMPAS-RAKYAT) terhadap proyek irigasi bernilai fantastis mendorong Forum Wartawan Solid (FWS) bergerak cepat. FWS secara resmi mengirimkan surat audiensi dan konfirmasi terbuka kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Provinsi Banten.

Surat tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi unjuk rasa KOMPAS-RAKYAT di depan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, pada Senin (15/12/2025).

Dalam aksinya, KOMPAS-RAKYAT menyoroti Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I) Paket III di Provinsi Banten dengan nilai anggaran mencapai Rp138.104.095.201. Proyek tersebut diprotes karena diduga dikerjakan asal jadi dan berkualitas buruk.

Sebelumnya, sejumlah media yang tergabung dalam FWS telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, namun belum memperoleh tanggapan resmi. Oleh karena itu, setelah berkoordinasi dengan Ketua Umum FWS, Aji Rosyad, pengurus inti FWS sepakat menempuh jalur audiensi langsung kepada BBWSC3 Banten.

Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya jurnalistik profesional, sekaligus memberikan hak jawab dan keberimbangan pemberitaan atas sorotan yang sebelumnya dimuat di media online Jurnalklik.com.

Menurut Aji Rosyad, audiensi dan konfirmasi tersebut sangat penting mengingat proyek irigasi itu menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar. Selain itu, isu yang disampaikan KOMPAS-RAKYAT menyebut adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material dan lemahnya kualitas pekerjaan.

“Sebelum kami melangkah lebih jauh ke Kementerian PU, kami terlebih dahulu meminta klarifikasi langsung kepada BBWSC3 Banten agar persoalan ini terang benderang dan publik mendapatkan informasi yang utuh,” tegas Aji.

Dugaan Proyek Asal Jadi Disuarakan Aktivis

Dalam pemberitaan sebelumnya, KOMPAS-RAKYAT menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas dugaan buruknya kualitas pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Utama D.I Kewenangan Provinsi Banten Paket III, yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Koordinator lapangan aksi, Rizal Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya menemukan berbagai kejanggalan di lapangan, mulai dari hasil pekerjaan yang dinilai tidak maksimal hingga penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis kontrak.

“Kami menemukan banyak kejanggalan di lapangan, mulai dari kualitas pekerjaan hingga material yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi,” ujar Rizal.

Aksi yang berlangsung selama berjam-jam itu akhirnya diterima audiensi oleh Dr. Dedy Natrifahrizal DN, S.E., M.Si, selaku Sekretaris Ditjen SDA, beserta jajaran.

Dalam audiensi tersebut, KOMPAS-RAKYAT menyerahkan dokumen hasil kajian lapangan dan mendesak Kementerian PU untuk segera mengambil langkah konkret. Sekretaris Ditjen SDA disebut akan berkoordinasi dengan BBWSC3 Banten dan PT Waskita Karya, serta menindaklanjuti laporan yang disampaikan.

Lima Tuntutan KOMPAS-RAKYAT

KOMPAS-RAKYAT menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:

  1. Mendesak evaluasi total proyek Rehabilitasi Jaringan Utama D.I Provinsi Banten Paket III.
  2. Menindak tegas PT Waskita Karya (Persero) Tbk apabila terbukti melanggar kontrak dan spesifikasi teknis.
  3. Mencopot Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BBWSC3 Banten yang dinilai lalai dalam pengawasan.
  4. Melakukan audit teknis dan audit anggaran secara transparan dan independen.
  5. Menjamin seluruh proyek irigasi dikerjakan sesuai standar demi kepentingan petani dan masyarakat.

Selain itu, KOMPAS-RAKYAT juga telah melayangkan pemberitahuan aksi lanjutan (Demo Jilid II) ke Polda Banten, yang direncanakan digelar di Kementerian PU dengan massa yang lebih besar.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada tindakan nyata. Ini uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan,” tandas Rizal Fauzi.

(HKz)