Ketapang–Desa Ginanjar Tancap Gas Produksi Ayam Petelur Lokal
Kab. Sukabumi — Pemerintah Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, kian serius memperkuat ketahanan pangan nasional. Fokusnya jelas: memperbesar produksi ayam petelur lokal sebagai penopang utama kebutuhan protein hewani masyarakat.
Langkah ini dinilai strategis karena telur ayam masih menjadi sumber protein paling “bersahabat” bagi warga—mudah didapat, harga relatif stabil, dan distribusinya tidak rumit.
Kepala Desa Ginanjar, Iwan Ridwan, menegaskan bahwa subsektor peternakan ayam petelur memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
“Telur itu sumber protein yang paling dekat dengan masyarakat, baik dari sisi harga maupun ketersediaan,” ujarnya.
Produksi ayam petelur di Desa Ginanjar sendiri dikelola melalui BUMDes, di bawah kepemimpinan Mimit selaku ketua. Pemerintah desa pun tidak tinggal diam. Melalui alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan, pemdes bersama BUMDes berkomitmen memperkuat sektor ini secara berkelanjutan.
Program yang dijalankan meliputi:
- peningkatan kapasitas peternak lokal,
- penyediaan pakan alternatif berbasis bahan lokal,
- dukungan permodalan,
- hingga perluasan akses pemasaran hasil ternak.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat pasar dan konsumen. (1/01/2026)
Tak hanya itu, kolaborasi antara pemerintah desa dan BUMDes juga terus digencarkan untuk menghadirkan inovasi teknologi peternakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Telur ayam dikenal kaya gizi, memiliki daya simpan cukup baik, dan mudah diolah. Karena itu, komoditas ini dinilai sangat tepat dijadikan tulang punggung ketahanan pangan hewani di tingkat desa.
Dengan strategi yang terarah dan pengelolaan berbasis potensi lokal, Desa Ginanjar menargetkan sektor ayam petelur tidak hanya menopang kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan.
(E. Hamid)
