Kunjungan Kadis Pariwisata Sukabumi, Balittri Dorong Kolaborasi Agro Eduwisata dan Festival Kopi
Kab. Sukabumi – Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Sukabumi menerima kunjungan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dalam rangka membangun kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan potensi agro eduwisata dan pariwisata berbasis pertanian, Jum'at (9/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menggali dan mengeksplorasi potensi kawasan Balittri yang memiliki lahan seluas kurang lebih 160 hektare. Kawasan ini tidak hanya memiliki tanaman industri dan tanaman penyegar, tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif yang terintegrasi dengan sektor pariwisata daerah.
Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Evi Safitri Indriani, menyampaikan bahwa kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi ke depan, baik dengan Dinas Pariwisata maupun dengan komunitas petani dan pelaku industri kopi di Sukabumi.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Harapannya, kawasan Balittri bisa dimanfaatkan sebagai sarana agro eduwisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di Balittri adalah kopi, yang memiliki beragam varietas seperti arabika dan robusta. Bahkan, kopi-kopi yang dikembangkan di kawasan ini memiliki potensi besar untuk dijadikan bahan baku kafe hingga mengikuti ajang lomba kopi di tingkat internasional.
“Balittri sebelumnya merupakan balai penelitian tanaman industri dan penyegar, dan kopi menjadi salah satu komoditas unggulan. Jika kawasan ini dijadikan lokasi festival kopi, tentu kami sangat senang. Ini bisa membuka wawasan masyarakat bahwa kopi itu memiliki banyak jenis dan kualitas yang luar biasa,” tambahnya.
Selain itu, penelitian yang dilakukan di Balittri nantinya diharapkan dapat bersinergi dengan para petani dan pelaku industri kopi lokal, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi bisa langsung diaplikasikan dalam kegiatan produksi.
Evi juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar kawasan Balittri dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata dan pertanian terpadu.
“Kami berharap sarana dan prasarana dapat ditingkatkan, terutama akses jalan menuju lokasi, sehingga kawasan ini lebih mudah dijangkau dan bisa dimanfaatkan bersama oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, Balittri Sukabumi diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi agro eduwisata unggulan yang menggabungkan riset, edukasi, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
( Januari )
