Tinggalkan Android 4 Jam, Perpustakaan Sukabumi Berubah Jadi Ruang Edukasi Kreatif
Melalui program inovatif ini, Perpustakaan Kabupaten Sukabumi mengajak anak-anak hingga orang tua rehat sejenak dari gawai dan kembali menikmati proses belajar, berkarya, serta berinteraksi secara langsung. Kegiatan ini juga menjadi upaya nyata mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan Android selama libur sekolah.
Program tersebut menyasar anak-anak mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang tentang Perpustakaan. Anak-anak mengikuti berbagai kelas edukatif yang dikemas ringan dan menyenangkan, seperti kelas berhitung, kelas imajinasi, dan kelas literasi.
Tak hanya anak-anak, para ibu pun ikut ambil bagian. Mereka mengikuti kelas keterampilan, mulai dari merangkai buket bunga, membuat bunga dari kawat bulu, hingga berbagai karya kreatif lainnya. Seluruh kegiatan berlangsung bertahap setiap hari selama program berjalan.
Menariknya, selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta diminta meninggalkan penggunaan Android selama empat jam penuh. Tujuannya agar peserta bisa lebih fokus belajar, berkarya, dan membangun interaksi sosial secara langsung tanpa gangguan layar.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kepala Bidang (Kabid) yang mewakili Bupati Kabupaten Sukabumi. Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Kabid yang mewakili Bupati Sukabumi mengapresiasi inovasi Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Ia menegaskan bahwa perpustakaan harus menjadi ruang edukasi kreatif, bukan sekadar tempat menyimpan buku.
“Perpustakaan harus mampu mengembangkan kemampuan membaca, menulis, serta keterampilan produktif masyarakat, sekaligus mengurangi dampak negatif penggunaan gawai berlebihan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Dedi, menjelaskan bahwa program ini digelar khusus selama libur sekolah dan terbagi dalam dua periode, yakni libur Juni dan Desember. Setiap periode dilaksanakan dalam dua gelombang agar menjangkau lebih banyak peserta.
“Anak-anak tetap belajar melalui kelas berhitung, imajinasi, dan literasi dari tingkat TK sampai SD. Sementara ibu-ibu mengikuti kelas keterampilan seperti merangkai buket bunga dan membuat bunga dari kawat bulu,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, program ini bertujuan mengurangi dampak negatif penggunaan gawai pada anak.
“Penggunaan Android berlebihan membuat anak jarang bergerak dan lebih mudah emosi. Lewat kegiatan ini, kami ingin anak-anak lebih aktif, kreatif, dan berinteraksi secara langsung,” katanya.
Melalui Gerakan Tinggalkan Android Selama 4 Jam, Perpustakaan Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin berperan sebagai pusat literasi, kreativitas, dan pembelajaran sehat bagi anak-anak dan masyarakat luas.
( Evi )
