“Ngakar Budaya” di Sukabumi: Jaenudin dan Bakesbangpol Jabar Dorong Pelestarian Lingkungan Berbasis Tradisi
Sukabumi – Upaya pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal terus didorong di wilayah Kabupaten Sukabumi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Muhammad Jaenudin, bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kearifan Lokal dalam Upaya Pelestarian Lingkungan: Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa.”
Kegiatan yang berlangsung di Resto King Raos pada 9–10 Maret 2026 tersebut menjadi wadah kolaborasi antara unsur legislatif, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan elemen budaya untuk memperkuat kesadaran lingkungan melalui pendekatan tradisi lokal.
Politik Hijau dan Kepedulian Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Jaenudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen politik lingkungan atau “politik hijau” yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Menurutnya, menjaga kelestarian alam merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Menjaga lingkungan adalah bentuk nyata mencintai tanah air. Pembangunan tidak akan berjalan baik jika alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat mengalami kerusakan,” ujarnya.
Ia juga menilai masyarakat Sukabumi memiliki kekuatan besar dalam menjaga lingkungan melalui tradisi yang masih terpelihara, seperti di kawasan adat Kampung Adat Ciptagelar dan Kampung Adat Sinar Resmi.
Peran Bakesbangpol Jabar
Sementara itu, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat menilai pelestarian lingkungan memiliki kaitan erat dengan ketahanan sosial masyarakat.
Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Ormas Bakesbangpol Jabar, Agus Ismaya, menyampaikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas sosial.
“Melalui program Ngakar Budaya ini kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang menghormati alam sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Menghidupkan Kearifan Lokal
Dalam diskusi tersebut, sejumlah nilai budaya Sunda yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan turut dibahas, seperti konsep hutan larangan, sistem leuit atau lumbung padi tradisional, serta filosofi silih asah, silih asih, silih asuh yang mengajarkan keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.
Nilai-nilai tersebut dinilai telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat di Sukabumi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Dukungan Masyarakat
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Mereka menyambut positif pendekatan pelestarian lingkungan yang mengedepankan nilai budaya lokal.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dibandingkan hanya melalui regulasi atau sosialisasi formal.
Menuju Jawa Barat Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan serta mewujudkan Jawa Barat yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
(Evi)
