Sejarah Panjang Pusat Pemerintahan dan Perdagangan di Tatar Sunda
Wilayah yang kini menjadi Jawa Barat sejak berabad-abad lalu telah menjadi pusat peradaban penting di Nusantara. Kawasan ini tidak hanya melahirkan kerajaan besar, tetapi juga memiliki pelabuhan perdagangan internasional yang sangat terkenal yaitu Sunda Kelapa.
Pelabuhan tersebut menjadi pintu perdagangan kerajaan-kerajaan di tanah Sunda dengan dunia luar seperti Asia Timur, India, hingga Timur Tengah.
Untuk memahami bagaimana pusat pemerintahan dan perekonomian di wilayah ini berkembang, kita harus menelusuri sejarahnya sejak masa kerajaan kuno.
1. Awal Mula Peradaban Sunda: Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan tertua yang diketahui berdiri di wilayah Jawa Barat adalah Kerajaan Tarumanagara yang muncul sekitar abad ke-4 Masehi.
Kerajaan ini didirikan oleh seorang bangsawan bernama Jayasingawarman yang diyakini datang dari India. Setelah terjadi konflik politik di wilayah asalnya, ia membangun kerajaan baru di bagian barat Pulau Jawa.
Pusat Pemerintahan
Pusat kerajaan diperkirakan berada di wilayah sekitar:
- Bogor
- Bekasi
Bukti keberadaan kerajaan ini ditemukan melalui berbagai prasasti seperti:
- Prasasti Ciaruteun
- Prasasti Tugu
Prasasti tersebut menyebutkan raja besar Tarumanagara yaitu Purnawarman, yang dikenal sebagai pemimpin kuat dan pembangun.
Sistem Perekonomian
Ekonomi Tarumanagara bertumpu pada:
- pertanian
- perdagangan sungai
- perdagangan laut
Raja Purnawarman bahkan membangun kanal besar untuk mengatur aliran air dan meningkatkan pertanian di wilayah kerajaan.
2. Munculnya Kerajaan Sunda dan Pajajaran
Setelah Tarumanagara mengalami kemunduran pada abad ke-7, kekuasaan di wilayah ini dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda.
Kerajaan ini kemudian berkembang menjadi kerajaan besar yang dikenal sebagai Kerajaan Sunda Pajajaran.
Ibu Kota Kerajaan
Pusat pemerintahan kerajaan berada di:
Pakuan Pajajaran
yang berada di wilayah Bogor sekarang.
Kerajaan ini mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan raja legendaris:
Di masa pemerintahannya, kerajaan Sunda mengalami kemajuan pesat dalam bidang pertanian, perdagangan, dan budaya.
3. Hubungan Pakuan Pajajaran dengan Pelabuhan Sunda Kelapa
Kerajaan Sunda memiliki sistem ekonomi yang unik.
Pusat pemerintahan berada di pedalaman yaitu Pakuan Pajajaran, sementara pusat perdagangan berada di pesisir utara.
Pelabuhan utama kerajaan adalah:
Sunda Kelapa
yang berada di wilayah Jakarta sekarang.
Hubungan antara pusat kerajaan di pedalaman dan pelabuhan di pesisir menjadi jalur ekonomi penting bagi kerajaan Sunda.
Hasil bumi dari pedalaman seperti:
- lada
- beras
- kayu
- hasil hutan
dibawa ke pelabuhan Sunda Kelapa untuk diperdagangkan.
4. Sunda Kelapa sebagai Pelabuhan Internasional
Pada abad ke-14 hingga ke-16, Sunda Kelapa berkembang menjadi salah satu pelabuhan paling ramai di Asia Tenggara.
Pedagang yang datang ke pelabuhan ini berasal dari berbagai wilayah seperti:
- China
- India
- Arab Saudi
- pedagang dari Nusantara
Komoditas yang paling terkenal dari wilayah Sunda adalah lada, yang pada masa itu menjadi komoditas sangat berharga di dunia.
Karena itu, pelabuhan Sunda Kelapa menjadi incaran banyak kekuatan asing.
5. Perebutan Sunda Kelapa
Pada abad ke-16, kerajaan Sunda berusaha menjalin kerja sama dengan bangsa Portugis untuk melindungi pelabuhan Sunda Kelapa.
Namun rencana tersebut memicu konflik dengan kerajaan Islam di Jawa.
Pada tahun 1527, pasukan dari Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon menyerang Sunda Kelapa.
Pasukan tersebut dipimpin oleh panglima terkenal:
Pasukan ini berhasil merebut pelabuhan tersebut dari kekuasaan kerajaan Sunda.
Setelah kemenangan itu, Sunda Kelapa diganti namanya menjadi:
yang berarti kota kemenangan.
Tanggal kemenangan tersebut kemudian diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta.
6. Lahirnya Batavia
Pada tahun 1619, wilayah Jayakarta direbut oleh Belanda yang dipimpin oleh:
Jan Pieterszoon Coen
Belanda kemudian membangun kota baru bernama:
Batavia menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan kolonial Belanda di Asia selama ratusan tahun.
Pelabuhan Sunda Kelapa tetap berfungsi sebagai pelabuhan penting bagi aktivitas perdagangan.
7. Perkembangan Pemerintahan Jawa Barat
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, wilayah Jawa Barat menjadi provinsi dalam negara Indonesia.
Pusat pemerintahan provinsi kemudian ditempatkan di:
Bandung dipilih karena:
- letaknya strategis di tengah wilayah Jawa Barat
- telah berkembang sebagai pusat administrasi sejak masa kolonial
- memiliki infrastruktur pemerintahan yang lengkap
Sejarah wilayah Jawa Barat menunjukkan adanya dua pusat penting dalam perkembangan peradaban:
1. Pusat Pemerintahan
Berada di pedalaman seperti:
- Pakuan Pajajaran di Bogor
2. Pusat Perekonomian dan Perdagangan
Berada di pesisir utara seperti:
- Sunda Kelapa
Hubungan antara pusat kerajaan di pedalaman dan pelabuhan perdagangan di pesisir membuat wilayah Sunda menjadi salah satu pusat ekonomi penting di Nusantara selama berabad-abad.
Dari pelabuhan Sunda Kelapa inilah kemudian lahir kota Jakarta, yang saat ini menjadi ibu kota Indonesia.
