HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Longsor Putus Akses Jalan di Cibeber, Aktivitas Tambang Ilegal Jadi Sorotan Warga

Lebak — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menyebabkan longsor di Blok Sopal dekat Kampung Dengkleng, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Desa Sukamulya, Minggu (24/5/2026) sore. Material tanah, batu, dan pepohonan menutup seluruh badan jalan hingga akses transportasi warga lumpuh total.

Akibat peristiwa tersebut, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk sejumlah guru yang hendak menuju SDN Sukamulya dan wilayah Cirotan Tonggoh. Mereka terpaksa membatalkan perjalanan karena jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Salah seorang kepala sekolah di wilayah Cirotan Tonggoh berinisial WS mengatakan longsor di Blok Sopal bukan pertama kali terjadi. Ia berharap ada langkah penanganan dan pencegahan dari pihak terkait agar akses masyarakat lebih aman.

“Blok Sopal memang sering terjadi longsor. Kami berharap ada perhatian serius karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Peristiwa longsor tersebut juga memunculkan perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Banten Selatan (Baksel). Salah satunya aktivis masyarakat yang akrab disapa Abah Jalu. Ia meminta adanya evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas yang diduga berpotensi merusak lingkungan di kawasan tersebut.

Menurutnya, dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) perlu menjadi perhatian bersama karena dikhawatirkan dapat memperparah kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana.

“Kami berharap ada langkah tegas dan pengawasan dari pihak terkait demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” kata Abah Jalu.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bergerak melakukan penanganan darurat. Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, menyatakan alat berat telah disiapkan untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan.

“Kami sudah menyiapkan alat berat untuk proses evakuasi material longsor dan saat ini dalam perjalanan menuju lokasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan longsor masih berlangsung. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati, terutama saat melintasi wilayah rawan longsor di tengah cuaca dengan intensitas hujan tinggi.

(HKz)