HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Seren Taun Kasepuhan Girijaya Sukabumi 2026, Tradisi Syukur Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Tetap Lestari

Kab. SukabumiMasyarakat Adat Kasepuhan Girijaya di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, bersiap menggelar tradisi budaya Seren Taun, Nampa Taun, dan Mapag Taun dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Perhelatan yang berlangsung pada Senin (29/6/2026) ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus wujud komitmen masyarakat dalam melestarikan warisan budaya Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tahun ini, Seren Taun mengusung tema "Miindung Ka Waktu, Mibapa Ka Zaman, Pikeun Ngaruwat, Ngarawat, Ngarumat Tutundan Karuhun Tipayun". Tema tersebut mengandung pesan agar masyarakat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur leluhur, namun tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kasepuhan Girijaya. Berbagai prosesi adat akan digelar, mulai dari doa bersama, penyerahan hasil panen sebagai simbol rasa syukur, hingga pertunjukan seni dan budaya khas Sunda yang menjadi identitas masyarakat adat setempat.

Kepala Desa Girijaya, Dindin Saripudin, menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai gotong royong, kearifan lokal, serta kepedulian terhadap kelestarian alam.

"Melalui Seren Taun, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujar Dindin.

Penyelenggaraan Seren Taun juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Selain memiliki nilai religius, sosial, dan budaya, Seren Taun Kasepuhan Girijaya juga menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sukabumi. Tradisi ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Sunda.

Melalui penyelenggaraan yang rutin setiap tahun, Seren Taun diharapkan terus menjadi warisan budaya yang hidup, memperkuat identitas masyarakat adat, serta memperkaya khazanah budaya Indonesia di tengah derasnya arus modernisasi.

( Red )