ASR Klarifikasi Video Terkait Pemberitaan Sabung Ayam di Maros
Makassar — Video klarifikasi yang beredar di media sosial terkait pemberitaan dugaan sabung ayam yang disebut berlangsung di wilayah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Kabupaten Maros mendapat perhatian.
Salah seorang yang muncul dalam video tersebut, ASR, memberikan klarifikasi mengenai keterlibatannya. Ia mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa dirinya akan dibuatkan video klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.
ASR mengatakan, dirinya baru mengetahui persoalan tersebut setelah mendapat komunikasi dari seorang awak media melalui panggilan WhatsApp pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 23.21 WITA.
Menurut ASR, ia kemudian diminta datang ke sebuah kedai kopi di kawasan Jalan Toddopuli, Kota Makassar, untuk memberikan penjelasan mengenai pemberitaan dugaan judi berkedok perlombaan yang disebut berkaitan dengan lingkungan Kostrad.
“Saya baru mengetahui saat dihubungi. Kalau terkait pemberitaan sabung ayam itu, saya tidak mengetahui dan bukan saya yang membuat pemberitaan atau narasi tersebut,” ujar ASR, Senin (25/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, ASR mengaku telah menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan pemberitaan yang sedang beredar di media sosial.
Ia juga menyampaikan keberatan karena video klarifikasi yang memuat dirinya kemudian beredar lebih luas. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak sesuai dengan posisi dirinya dalam persoalan tersebut.
“Saya merasa dirugikan karena muncul kesan seolah-olah saya berkaitan dengan pemberitaan itu. Padahal saya tidak mengetahui persoalan tersebut sejak awal,” katanya.
ASR juga mengaku sebelumnya meminta agar wajahnya dalam video dikaburkan. Permintaan tersebut disampaikan dengan pertimbangan keamanan dan privasi, mengingat isu yang dibahas menyangkut institusi militer serta telah menjadi perhatian di media sosial.
Pemberitaan Sebelumnya Beredar Luas
Sebelumnya, pemberitaan mengenai dugaan sabung ayam yang disebut berkaitan dengan lingkungan Kostrad di Kabupaten Maros beredar di sejumlah platform media sosial.
Pemberitaan tersebut memuat dugaan pertandingan ayam bangkok dengan nilai taruhan yang disebut mencapai Rp500 juta.
Dalam informasi yang beredar, pertandingan antara Yolanda dan Theptroy disebut bukan bagian dari perlombaan umum, melainkan pertandingan yang sebelumnya telah disepakati atau disebut sebagai big game.
Namun, ASR menegaskan dirinya tidak membuat maupun menulis narasi pemberitaan tersebut dan tidak mengetahui secara langsung persoalan yang menjadi dasar pemberitaan.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diluruskan secara proporsional sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap dirinya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak lain yang berkaitan dengan proses pembuatan dan penyebaran video klarifikasi tersebut belum memberikan keterangan kepada redaksi.
(Hkz)
