HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Niayah Zulfa Kembali Pimpin DPD PPSI Kota Sukabumi Periode 2026-2031

Sukabumi Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kota Sukabumi resmi melantik kepengurusan periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus PPSI Jawa Barat, tokoh pencak silat, unsur pemerintah daerah, serta insan pencak silat di Kota Sukabumi.

Pelantikan menjadi momentum bagi PPSI Kota Sukabumi untuk memperkuat persatuan antarperguruan sekaligus menjaga keberadaan pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Niayah Zulfa, S.Pd., M.M., kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum DPD PPSI Kota Sukabumi.

Prosesi pelantikan disaksikan Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat Dadang Hermansyah, S.E., Ak., M.CA., bersama Sekretaris Umum DPW PPSI Jawa Barat Deden Dinar Mukti.

Dalam sambutannya, Niayah Zulfa menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin DPD PPSI Kota Sukabumi.

Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya pencak silat, membangun karakter generasi muda, serta mempererat persaudaraan antarpesilat.

“Mari kita jadikan PPSI Kota Sukabumi menjadi organisasi yang solid, bersatu dan mampu melahirkan pesilat yang berakhlak serta membanggakan Kota Sukabumi di tingkat Jawa Barat maupun nasional,” ujar Niayah Zulfa dalam sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus, perguruan, dan insan pencak silat di Kota Sukabumi menjaga kekompakan serta mengesampingkan perbedaan yang berpotensi menghambat kemajuan organisasi.

Menurut Niayah, kemajuan PPSI tidak dapat dibangun hanya oleh satu atau dua orang. Diperlukan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pengurus hingga perguruan pencak silat.

“Kita harus bersama-sama membangun PPSI. Pengurus, perguruan, dan seluruh insan pencak silat harus saling mendukung, karena kekuatan kita ada dalam persatuan dan kebersamaan,” tegasnya.

Selain memperkuat organisasi, kepengurusan DPD PPSI Kota Sukabumi periode 2026–2031 diharapkan semakin aktif dalam pembinaan dan regenerasi pesilat muda.

Pencak silat tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga memiliki unsur seni dan nilai-nilai budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Regenerasi tersebut turut terlihat dalam rangkaian kegiatan pelantikan melalui penampilan pesilat muda yang memperagakan sejumlah atraksi pencak silat. Penampilan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan pesilat di Kota Sukabumi terus berjalan.

Melalui kepengurusan baru, DPD PPSI Kota Sukabumi diharapkan mampu meningkatkan prestasi atlet, memperkuat pembinaan perguruan, serta memperluas pengenalan pencak silat kepada generasi muda.

Pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 pun tidak hanya menjadi agenda pengukuhan organisasi, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi PPSI Kota Sukabumi untuk memperkuat persatuan, meningkatkan pembinaan, dan mencetak pesilat berprestasi.

Seluruh program tersebut diharapkan tetap berlandaskan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa.

(Evi)