Pemdes Muara Jaya Bersama PT Mayora Gerak Cepat Tangani Longsor di Kampung Nyenang
Kab. Bogor – Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bersama PT Mayora Group dan masyarakat bergerak cepat menangani longsor di Kampung Nyenang RT 04/RW 02. Longsor dengan ketinggian sekitar 14 meter itu berada di sekitar aliran Sungai Cisadane.
Penanganan awal dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan kepala desa, ketua RT, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, warga, serta pihak perusahaan. Mereka berupaya mencegah kondisi tanah semakin terkikis oleh aliran air sungai maupun air hujan.
Kepala Desa Muara Jaya, H. Awan Hermawan, mengatakan pada Rabu (4/11) bahwa pemerintah desa bersama perusahaan mengambil langkah awal untuk mengurangi risiko longsor semakin meluas.
"Untuk sementara, penanganan dilakukan dengan menggunakan bambu sebagai penahan tanah. Selain itu, kami juga memasang terpal agar air hujan tidak langsung meresap dan mengikis permukaan tanah. Kegiatan ini kami laksanakan bersama warga melalui kerja bakti dan gotong royong," ungkap H. Awan Hermawan.
Ia menjelaskan, pemasangan bambu dan terpal menjadi langkah sementara untuk mengurangi pengikisan tanah sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.
Sementara itu, Fikri dari PT Tirta Fresindo Jaya, Mayora Group, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan secara berkesinambungan melalui kerja sama antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus berkolaborasi membantu penanganan longsor di Kampung Nyenang. Pihak perusahaan juga merencanakan program lanjutan pada awal tahun mendatang agar penanganan dapat berjalan lebih maksimal.
"Kami memiliki komitmen untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Penanganan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, Dinas PUPR, serta Dinas Lingkungan Hidup agar kondisi longsor ini mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut," jelas Fikri.
Senada dengan Fikri, Manajer PT Tirta Fresindo Jaya, Jandoni, mengatakan perusahaan berupaya mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, termasuk membantu masyarakat saat terjadi bencana.
"Kami tidak ingin hanya menunggu, tetapi harus memiliki inisiatif untuk hadir dan ikut membantu masyarakat. Untuk penanganan sementara, kami bersama warga memasang bambu sebagai penahan tanah dan terpal untuk mengurangi dampak air hujan. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kami terhadap lingkungan sekitar," ungkapnya.
Melalui kerja sama antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat, penanganan longsor di Kampung Nyenang diharapkan dapat berlanjut hingga memperoleh solusi yang lebih maksimal.
Upaya tersebut juga diharapkan mampu menjaga keamanan lingkungan dan lahan warga di sekitar aliran Sungai Cisadane. Pemerintah desa dan pihak perusahaan berencana terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan lanjutan.
(Red)
