PGRI Kabupaten Sukabumi Gandeng Baznas, Guru dan Siswa Yatim Jadi Prioritas Penerima Bantuan
Sukabumi – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Program tersebut menjadi langkah organisasi dalam memperkuat kepedulian sosial dengan memprioritaskan bantuan bagi guru yang membutuhkan, siswa yatim, hingga masyarakat kurang mampu.
Ketua Umum PGRI Kabupaten Sukabumi, Jajat Sudrajat, mengatakan pembentukan UPZ telah memasuki tahap sosialisasi awal kepada para pengurus PGRI tingkat cabang (PC). Selanjutnya, PGRI akan melaksanakan sosialisasi teknis untuk menjelaskan mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana.
Jajat menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Gedung Wisma PGRI Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, PGRI akan mengoptimalkan jaringan organisasi untuk menghimpun infak dan sedekah dari lingkungan anggota. Sementara itu, pengelolaan dana tetap berada di bawah kewenangan Baznas agar proses administrasi dan penyalurannya mengikuti mekanisme yang berlaku.
"Uangnya masuk ke Baznas. Untuk pengajuan bantuan juga melalui Baznas. PGRI nantinya menyampaikan kebutuhan dan mengajukan proposal sesuai dengan program yang akan dilaksanakan," jelas Jajat.
Ia menjelaskan, program UPZ tersebut memiliki sejumlah sasaran prioritas. PGRI ingin membantu guru yang mengalami kesulitan ekonomi, memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa yatim, serta merencanakan bantuan pembangunan rumah bagi guru yang belum memiliki tempat tinggal layak.
Perhatian organisasi juga mencakup guru yang telah memasuki masa pensiun. Namun, pemberian bantuan akan mempertimbangkan kebijakan organisasi, hasil pendataan, dan kemampuan dana yang berhasil dihimpun.
Jajat menegaskan, PGRI akan menyusun skema penyaluran berdasarkan jumlah dana yang terkumpul dan kebutuhan calon penerima manfaat.
Ia mencontohkan, apabila penghimpunan dana pada triwulan pertama mencapai Rp50 juta, pengurus akan menyusun formulasi pembagian bantuan untuk program rumah layak huni, beasiswa anak yatim, serta kebutuhan sosial lainnya.
"Kita lihat dulu dana yang masuk. Kalau misalnya terkumpul Rp50 juta, nanti dibuat formulasi untuk bantuan rumah, anak yatim, dan kebutuhan lainnya. Semuanya disesuaikan dengan kemampuan keuangan," ungkapnya.
Meski demikian, PGRI Kabupaten Sukabumi masih perlu melakukan pendataan secara menyeluruh untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pendataan tersebut mencakup guru yang membutuhkan dukungan ekonomi, anggota yang belum memiliki rumah layak, serta siswa yatim yang berpotensi menerima bantuan pendidikan.
Perkuat Transparansi dan Kepedulian Sosial
Jajat menambahkan, manfaat program UPZ tidak hanya ditujukan kepada anggota PGRI. Organisasi juga membuka peluang untuk membantu masyarakat luas yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.
Menurutnya, PGRI merupakan bagian dari masyarakat sehingga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata.
Di sisi lain, transparansi penghimpunan dan penyaluran dana menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program tersebut. Kejelasan laporan dana yang masuk, mekanisme pengajuan bantuan, hingga realisasi penyaluran diharapkan mampu menjaga akuntabilitas serta kepercayaan para anggota.
Melalui kerja sama dengan Baznas, PGRI Kabupaten Sukabumi berharap pembentukan UPZ dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban guru dan siswa yatim, tetapi juga memperluas manfaat kepedulian keluarga besar PGRI bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
(Heri)
