HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

SPAM Wantisari Jadi Sorotan, GAIB 212 Desak PUPR Lebak Uji Kualitas Air

Lebak, Banten – Pelaksanaan program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Wantisari, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menuai sorotan. Dugaan ketidaksesuaian kualitas air yang dihasilkan fasilitas tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kelayakan air bagi masyarakat sebagai kelompok penerima manfaat.

Sorotan tersebut disampaikan Tisna, anggota organisasi masyarakat (Ormas) GAIB 212 Kabupaten Lebak. Ia mendesak pihak terkait agar tidak hanya memperhatikan penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas air memenuhi persyaratan kesehatan dan aman dimanfaatkan masyarakat.

Menurut Tisna, pembangunan sarana penyediaan air minum harus mengutamakan fungsi dan manfaat bagi masyarakat. Sebab, fasilitas yang telah selesai dibangun belum tentu memberikan manfaat optimal apabila kualitas air yang dihasilkan belum memenuhi standar kelayakan.

"Jangan hanya bangunan fisiknya yang diperhatikan sampai berdiri dan terlihat selesai. Yang paling penting adalah kualitas airnya. Ini menyangkut kebutuhan hidup dan kesehatan masyarakat. Jangan sampai masyarakat justru dirugikan oleh program yang seharusnya memberikan manfaat," tegas Tisna kepada awak media, Kamis (5/11/2026).

Ia menilai persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pengelola maupun pihak pelaksana pembangunan. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh fasilitas penyediaan air bersih yang berfungsi dengan baik dan memenuhi ketentuan kesehatan.

Tisna juga meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi fasilitas SPAM Wantisari, terutama menyangkut kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat.

Ia bahkan menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak apabila tidak mendapatkan tanggapan dan kejelasan atas persoalan tersebut.

"Kalau memang tidak ada tanggapan dan tidak ada kejelasan, kami siap melakukan orasi atau aksi demonstrasi ke Dinas PUPR Kabupaten Lebak. Kami ingin mendapatkan jawaban. Jangan sampai persoalan masyarakat dibiarkan tanpa kepastian," tambahnya.

PUPR Lebak Didorong Lakukan Pemeriksaan Teknis

Sorotan terhadap program SPAM Wantisari juga mengarah pada Dinas PUPR Kabupaten Lebak sebagai instansi yang membidangi pembangunan infrastruktur tersebut.

Keberhasilan pembangunan fasilitas SPAM tidak cukup hanya dilihat dari selesainya pekerjaan fisik, berdirinya bangunan, maupun terpasangnya jaringan perpipaan. Pemerintah juga perlu memastikan sistem berfungsi sebagaimana mestinya dan menghasilkan air yang memenuhi persyaratan kualitas sesuai peruntukannya.

Karena itu, Tisna mendorong Dinas PUPR Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan dan evaluasi teknis terhadap fasilitas SPAM Wantisari. Pengujian sampel air melalui laboratorium yang berwenang juga dinilai penting untuk mengetahui kualitas air berdasarkan parameter kesehatan yang berlaku.

Langkah tersebut diperlukan agar dugaan ketidaksesuaian kualitas air dapat dijawab melalui hasil pemeriksaan yang objektif, bukan sekadar asumsi atau pernyataan sepihak.

Masyarakat sebagai penerima manfaat juga berhak mengetahui hasil evaluasi serta tindak lanjut pemerintah apabila pemeriksaan menemukan adanya ketidaksesuaian terhadap spesifikasi teknis maupun persyaratan kualitas air.

Jangan sampai pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah tidak memberikan manfaat sebagaimana tujuan awal program, sementara masyarakat masih menghadapi persoalan akses terhadap air bersih yang layak.

Pihak Pelaksana dan PUPR Lebak Diminta Berikan Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan persoalan kualitas air dalam program SPAM Wantisari masih memerlukan penjelasan dan pembuktian melalui pemeriksaan teknis.

Pihak pengelola, pelaksana pembangunan, maupun Dinas PUPR Kabupaten Lebak diharapkan memberikan klarifikasi mengenai kondisi fasilitas, spesifikasi pekerjaan, serta kualitas air yang dihasilkan.

Media InfoXpos.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini guna menjaga keberimbangan informasi dan memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret pemerintah untuk memastikan fasilitas SPAM Wantisari benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunan, yakni memenuhi kebutuhan air bersih yang aman bagi masyarakat.

(Hkz/Dr)

Tutup Iklan