Tampilkan postingan dengan label Bupati. Tampilkan semua postingan

Bima - Jurnal Expose || Tahun ini sebanyak 34.975 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Se-Kabupaten Bima akan menikmati dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial RI, dan 2.716 KPM diantaranya berdomisili di Kecamatan Bolo.

Pada acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH tahun 2019 tingkat Kabupaten Bima yang dipusatkan di Paruga Nae Kecamatan Bolo, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dalam sambutannya dihadapan menerima bantuan PKH  menekankan pentingnya ketersediaan gizi keluarga.

"Pastikan asupan gizi keluarga penerima manfaat PKH karena cakupan gizi penting bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM)". Kata Bupati.

Bupati yang turut didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan Camat se- Kabupaten Bima tersebut mengatakan bahwa peningkatan IPM ditentukan oleh peningkatan indeks kesehatan dan pendidikan khususnya di tingkat sekolah dasar.

"Oleh karena itu, para orang tua penerima bantuan diharapkan memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan kangen dengan baik khususnya untuk kedua aspek tersebut". Harap Bupati.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima Salahudin, SH menjelaskan bahwa  jumlah alokasi dana PKH yang disalurkan ke Kabupaten Bima mencapai Rp.100 miliar. 

"Jumlah ini mengalami peningkatan dari Rp. 70 miliar pada tahun 2018 lalu. Pada tahap I disalurkan Rp. 49,47 Milyar sedangkan sisanya akan kembali disalurkan pada triwulan berikutnya. Ungkap Salahudin.

"Bantuan yang diterima tiap triwulan melalui rekening  masing-masing penerima ini jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun 2018 yang berkisar antara Rp.1,8 juta menjadi minimal Rp 3,8 hingga 10 juta per keluarga penerima bantuan". Kata Kadis.

Setelah penyaluran PKH tingkat kabupaten Bima yang dipusatkan di Kecamatan Bolo selanjutnya juga akan dilakukan penyerahan di kecamatan lainnya.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Senin sore (28/1) di ruang rapat Bupati Bima melakukan rotasi dan mutasi sebanyak 22 pejabat stuktural lingkup pemerintah Kabupaten Bima.

Usai pelantikan dan pengambilan jabatan pejabat, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa jabatan yang emban ini merupakan sebuah amanah dan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Rotasi dan Mutasi pejabat merupakan hal yang biasa dalam suatu organisasi pemerintahan karena merupakan tuntutan organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Semoga pelantikan ini dapat lebih memberikan motivasi kepada saudara untuk senantiasa berkiprah dan mengabdikan diri selaku ASN, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawab saudara sebagai seorang pejabat.

Oleh sebab itu, jabatan yang diberikan hari ini harus disyukuri dan hendaknya dapat dijaga dan diimbangi dengan kejujuran, keikhlasan, serta prestasi dalam bekerja sehingga dibutuhkan suatu keseriusan, tanggung jawab moral, dan komitmen bersama, serta bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Selaku pimpinan daerah Bupati berharap, kepada segenap aparatur pemerintah kabupaten Bima agar dapat meneguhkan niat dan tekad untuk menjadi teladan, baik dalam menjalankan tugas, maupun sebagai anggota masyarakat.

Rotasi, mutasi ataupun promosi suatu jabatan merupakan bagian dinamisasi, proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dalam organisasi birokrasi, akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendakinya.

Dengan demikian hendaknya hal ini dapat kita lihat dan kita tanggapi secara wajar dan sebagai hal yang biasa.

Selanjutnya, meminta kepada seluruh pejabat yang dilantik hari ini untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut, segeralah lakukan adaptasi terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing, serta bangun koordinasi, komunikasi dan kerja sama efektif secara berjenjang, baik dengan pimpinan ataupun dengan atasan.  Perlu kita sadari bahwa tugas pelayanan bukanlah pekerjaan mudah, apalagi kebutuhan dan kepentingan masyarakat semakin meningkat dan beragam.

Oleh karena itu, segera pelajari dan pahami tupoksi serta lingkungan kerja masing-masing secara cepat dan akurat sehingga proses adaptasi pegawai berjalan secara cepat pula. juga tingkatkan motivasi dan semangat kerja, sehingga tugas-tugas yang telah dipercayakan dapat dilaksanakan dengan baik.

Diingatkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk selalu mengayomi dan melindungi jabatan dibawahnya. terutama memberikan arahan, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Jabatan yang saudara emban bukanlah hak tetapi kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan dan merupakan sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan baik di dunia dan akherat.

ciptakanlah suasana kerja yang kondusif dan pupuk kerja sama yang baik diantara pimpinan dan staf di lingkungan unit kerja saudara agar tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab dapat dicapai dengan hasil maksimal.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Sebanyak 53 kepala desa hasil pemilihan serentak tahun 2018 lalu, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayani Putri, SE Senin (28/1) di halaman Kantor Bupati Bima Godo Kecamatan Woha.

Pada prosesi pelantikan yang turut dihadiri Wakil Bupati Bima Dahlan M Noer, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan para pimpinan OPD tersebut, Bupati Bima dalam arahannya menekankan kembali agar Kades terpilih merangkul seluruh komponen.

Kepala Desa yang dilantik adalah tidak hanya dituntut mampu bekerjasama dengan pihak yang mendukungnya, tetapi juga harus mampu merangkul elemen yang tadinya tidak memberikan dukungan, menjembatani perbedaan yang ada sehingga akan memperluas kesempatan untuk membangun desa.

Dengan kucuran dana yang besar dipastikan orang akan melihat perkembangan nyata ada di desa". Ungkap Bupati.

Ke 53 Kades yang mengikuti prosesi pelantikan tersebut juga diinstruksikan agar segera bekerja.

"Kepala desa yang akan bertugas agar membuat perencanaan dan program kerja tahun anggaran 2019.

Tidak ada waktu lagi untuk terlena dengan eforia Pilkades". Imbuh Bupati.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE bersama Assisten, Kabag Lingkup Setda Bima, Kepala OPD, Ka. BPBD Kamis (24/1) meninjau lokasi tanah longsor di desa Samili Kecamatan Woha.

Dalam peninjauan rombongan Bupati Bima didampingi Camat Woha, Kapolsek, Danramil Kecamatan Woha dan masyarakat desa Samili Kecamatan Woha.

Saat tiba di lokasi longsor tersebut, Bupati Bima melakukan peninjauan langsung serta melakukan perbicangan dengan Kalag BPBD Kabupaten Bima dan Camat untuk segera melakukan tindakan penanggulangan longsor.  

Ini harus segera kita tindaklanjuti agar longsor tidak berlanjut, karena dengan musibah ini dapat mengancam jiwa warga masyarakat disekitar.

Saya sudah perintahkan instansi terkait untuk turun ke lokasi juga akan turunkan alat berat ke lokasi ini untuk membantu pekerjaan perbaikan irigasi sehingga longsor tidak berkelanjutan, dan lahan pertanian tidak berkurang luasanya akibat longsor,” ujarnya.

Dari peninjauan itu, diketahui longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari ini, sehingga menggerus tanah di badan saluran irigasi.

Akibatnya, saluran irigasi menjadi lebar dan debit air pada saat hujan tersebut sangat besar dan tidak dapat menampung debit air hujan.(MD.002)

Bima - Jurnal Expose || Kinerja pelayanan administrasi kependudukan jajaran dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bima patut mendapat acungan jempol.

Kepala Dinas kependidikan kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Bima Zunaidin S.Sos M.M Kamis (24/1) menjelaskan jumlah penduduk Kabupaten Bima berdasarkan data kabupaten mencapai 527.824 jiwa dan wajib KTP berjumlah 385. 337 jiwa.

Berkaitan dengan penyelenggaraan administrasi kependudukan di Kabupaten Bima mencakup perekaman, pencetakan dan mutasi.

Dijelaskan Zunaidin, sampai dengan bulan Desember 2018 sudah dilakukan perekaman 373.088 Wajib KTP, atau mencapai 96,8% pada wajib KTP yang tersebar di 18 kecamatan.

"Sedangkan pencetakan KTP Electronik per Desember 2018 sudah mencapai 364.164 atau 94,51% dan rekaman data yang sudah siap cetak mencapai 5.411 KTP"Jelasnya.

Zunaidin memaparkan, capaian tersebut dapat diraih karena kerja keras jajaran instansi yang dipimpinnya tanpa kenal lelah dengan menerapkan pola melakukan perekaman data penduduk secara langsung di kecamatan dan desa  melalui program Melayani Sampai Serambi Rakyat (MESSRA) dan pelayanan mobile di tingkat desa.

Disamping, adanya dukungan penuh dari para camat yang ada di masing-masing wilayah. Dirinya berharap, sisa 12.249 wajib KTP atau 3,18 persen tersebut dapat dituntaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Dalam Rangka memeriahkan HUT Gizi Nasional Tingkat Kabupaten Bima Ke–59, Persatuan Ahli Gizi Nasional Tingkat Kabupaten Bima mengadakan kegiatan Senam bersama dan Pemeriksaan Gratis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima, Para Assisten, Staf Ahli, Kabag, Kepala OPD dan staf lingkup pemerintah Kabupaten Bima. 

Ketua Persagi Kabupaten Bima Titha Masithah, M.Si menyampaikan bahwa dengan dilaksanakanya kegiatan seperti ini dalam rangka meningkatkan derajat hidup kita terutama di bidang kesehatan.

Kegiatan senam bersama ini kedepannya tubuh kita akan merasakan kekebalan terhadap penyakit. Senam bersama, pemeriksaan gratis dan makanan buah yang segar diharapkan bagi para pegawai, untuk menjaga kebugaran badan setelah menjalankan aktivitas dikantor.

Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer, bahwasanya kegiatan senam bersama yang dilaksanakan seperti ini merupakan salah satu penerapan gaya hidup kita sekaligus untuk menerapkan hidup sehat melalui olahraga sehingga diharapkan, dengan tubuh yang sehat, masyarakat akan semakin produktif dalam menjalankan aktifitas sehari-harinya.

Oleh karena itu melalui senam bersama ini, jadikan olahraga sebagai gaya hidup dan kebutuhan kita. Bukan hanya sekedar dilakukan saat ada acara saja. Tentunya dengan harapan tercapai kesehatan tubuh.

Begitu pula terkait dengan keberadan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dimana, Bupati Bima telah mengeluarkan Perbup nomor 15 tahun 2018 tentang KTR ini, sehingga dengan adanya KTR diharapakan ASN baik itu yang mengabdi di lingkungan OPD, Sekolah, maupun di tempat umum agar tidak merokok disembarang tempat, karena dengan adanya himbauan ini kedepanya para ASN dilarang merokok di ruang kerja maupun di tempat umum.

Adapun Kawasan Tanpa Rokok ini meliputi, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Apabila ASN ingin merokok, maka pemerintah telah menyediakan area tempat merokok, sehingga dengan adanya area smoking maka ASN yang ingin merokok di tempat yang disediakan.

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama terkendalinya faktor risiko penyakit dan kematian yang disebabkan oleh rokok, dan meningkatnya budaya msyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, akan meningkatkan citra (pandangan) yang baik dari masyarakat umum terhadap daerah dan pemerintahnya dengan meningkatnya kedisiplinan, ketertiban dan kepatuhan pada peraturan.

Dari aspek lingkungan, penerapan KTR akan berdampak pada meningkatnya kualitas udara, terutama kualitas udara dalam ruang. Dalam bidang ekonomi, akan mampu meningkatkan tingkat ekonomi keluarga karena berkurangnya belanja rokok, terutama pada keluarga miskin.

Demikian juga bagi pemerintah setempat akan mengurangi pengeluaran belanja pemerintah daerah untuk pembiayaan kesehatan dalam penanggulangan penyakit akibat rokok.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Pada saat pimpin apel pagi lingkup setda Bima, Senin (21/1), dihadapan seluruh ASN Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dalam arahannya mengajak kepada seluruh ASN untuk senantiasa menerapkan sikap disiplin dan meningkatkan kinerja.

Kedisiplinan tersebut merupakan salah satu hal yang harus dlaksanakan sebagai ASN dalam melayani warga masyarakat. 

“Sebagai ASN tentunya sudah berjanji dan berkomitmen untuk selalu memiliki sikap disiplin yang tinggi agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan bertanggung jawab".

Disiplin pegawai dinilai sangat penting karena untuk menciptakan ASN yang memiliki kemampuan kerja yang baik dan disiplin dalam berbagai hal seperti dalam melakukan pekerjaan, datang tepat waktu, disiplin dalam bertanggungjawab dalam segala hal.

Maka dari itu saya selaku Kepala Daerah berharap kepada seluruh ASN, agar dengan kedisiplinan yang dimiliki untuk selalu dipertahankan bila perlu ditingkatkan.

Karena keberadaan seorang ASN merupakan cerminan dalam rangka membantu dan mendukung program yang dilakukan oleh kepala daerah dalam melaksanakan kegiatannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Dalam rangka menyambut Hari Gizi Nasional Ke–59 Tanggal 25 Januari 2019 tingkat Kabupaten Bima, Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan pelayanan pengobatan gratis kesehatan di desa Rada Kecamatan Bolo, Kamis (17/1).

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan juga dihadiri oleh Camat Bolo, Kepala Puskesmas, Kepala Desa Rada serta seluruh warga masyarakat desa Rada  Kecamatan Bolo.

Menurut Kasi Gizi, juga sebagai ketua Persagi Tita Mashita, M.Si mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini selain memberikan pemahaman akan pentingnya kesehatan bagi warga masyarakat.

Momentum ini juga dalam rangka mencegah terjadinya stunting dan penyakit tidak menular, dimana stunting ini merupakan salah satu gangguan tumbuh kembangnya yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain di usia sepantaran. Tanda-tanda stunting biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun.

Lebih lanjut, Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi.

Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi.

Entah itu karena tidak diberikan Asi Eksklusif atau makanan pendamping ASI yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas—termasuk zink, zat besi, serta protein.

Efek stunting tidak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Terlebih, kekurangan gizi pada anak usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak. Maka, gangguan pertumbuhan ini harus segera ditangani dengan tepat. Namun, selalu lebih baik untuk mencegah stunting daripada mengobatinya.

Salah satu hal yang dapat mencegah stunting pada anak sejak dari masa kehamilan, sudah bisa dilakukan sejak dini semenjak masa kehamilan.

Kuncinya tentu dengan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan makanan yang berkualitas baik. Zat besi dan asam folat merupakan kombinasi nutrisi penting selama kehamilan yang dapat mencegah stunting pada anak ketika ia dilahirkan nanti.

Kepada seluruh stakeholder dan warga masyarakat agar dapat mendukung kegiatan ini dalam rangka mencegah terjadinya stunting dan penyakit tidak menular dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan di posyandu, puskesmas maupun di rumah sakit sehingga kedepan warga masyarakat terutama ibu dan balita dapat melakukan gerakan hidup sehat sebagai wujud peningkatan gizi pada ibu dan balita tersebut. 

Adapun bentuk pelayanan / kegiatan yang kami lakukan diantaranya, pengobatan gratis, pemeriksaan darah, khitanan, konseling gizi, pelayanan posyandu serta pelayanan yang terkait dengan kesehatan.

Camat Bolo Mardiana, SH juga menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang harus kita dukung bersama, terutama dalam hal pelayanan kesehatan, karena pelayanan kesehatan merupakan salahsatu hal yang sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan kita selaku warga masyarat terutama bagi ibu dan balita. 

Oleh karena itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan kepada seluruh warga masyarakat agar dapat memanfatkan momentum ini untuk diperiksa kesehatannya sehingga penyakit yang diderita dapat diketahui dan diberikan pengobatan terhadap para bidan yang memberikan pelayanan.

Pada kesempatan ini kami selaku camat Bolo sangat memberikan apresiasi terhadap jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bima atas kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan ujarnya.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan bahwa dengan adanya pelayanan yang diberikan ini dalam rangka memberikan pemahaman kepada warga masyarakat akan pentingya kesehatan.

Disamping itu, kepada ibu hamil dan balita, kegiatan seperti ini sangatlah bermanfaat dalam rangka memeriksa kandungan kesehatan jabang bayi, sehingga dari pelayanan ini akan dapat diketahui kesehatan ibu dan balita yang dikandungnya tersebut.

Untuk itu keberadaan kesehatan sangatlah penting guna peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama bagi ibu dan balita guna mencegah terjadinya stunting dan penyakit tidak menular dengan konseling dengan melakukan gerakan masyarakat hidup sehat.

Untuk itu dengan adanya agenda besar ini marilah kita sama–sama mendukung dan mensukseskan pesta demokrasi tersebut dalam rangka memilih pemimpin dalam menjalankan amanah untuk menjalankan roda pemerintahan.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE berharap semoga dengan adanya kegiatan seperti ini masyarakat akan mengetahui betapa pentingnya kesehatan bagi dirinya sehingga dengan kesehatan yang sehat dapat meningkatan IPM kedepanya.

Momentum ini Bupati Bima menyerahkan bingkisan pada warga masyarakat maupun ibu balita yang menghadiri kegiatan tersebut.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah didampingi  Wakil Gubernur NTB,  Dr. Hj.  Sitti Rohmi Djalillah dan Sekda NTB mengumpulkan sejumlah kelapa OPD untuk membahas beberapa infrastruktur provinsi di Bima.

Kepala OPD yang dikumpulkan Gubernur dan Wagub di antaranya, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kalak BPBD dan Kepala Dinas PU NTB. Pertemuan itu berlangsung di Ruang Kerja Gubernur NTB,  Selasa (15/01/2019).

Di hadapan Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, Gubernur dan Wagub bersama kepala OPD itu membahas khusus sejumlah ruas jalan dan jembatan yang saat ini dalam kondisi rusak.

Di antaranya, ruas jalan Tawali Wera, Jembatan Desa Boro, Kecamatan Sanggar dan Jembatan Desa Kananta Soromandi. "Tunjukkan bahwa kita aware terhadap kebutuhan masyarakat," tegas Gubernur kepada Kepala OPD yang hadir.

Setelah mendengar laporan kepala OPD terkait program  dan anggaran yang dialokasikan infrastruktur di Bima, Gubernur memerintah kepala OPD itu untuk segera mengalokasikan anggaran pada perbaikan infrastruktur itu.

"Terutama Jembatan yang sudah lama mengalami kerusakan akibat musibah banjir". Wakil Gubernur yang lebih akrab disapa Ummi Rohmi itu memberikan arahan agar jembatan yang dibangun harus diperhatikan desainnya.

Sehingga setiap kali datang banjir, jembatan itu tetap kuat dan bertahan lama. "Jangan sampai kejadian jembatan rusak, di setiap kali banjir itu, terulang lagi," harapnya.

Sementara itu, Bupati Bima melaporkan bahwa ada tiga jembatan milik provinsi yang perlu perhatian khusus. Selain yang dua tersebut, satu lagi berada di Kecamatan Monta. Sesuai dengan proposal yang diajukan Bupati Bima, anggaran yang dibutuhkan sekitar 12 miliar.

Dari jumlah yang diajukan itu,  Gubernur dan Wagub, melalui OPD terkait akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 5 miliar, sambil mencari anggaran di pusat.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wagub dan jajaran atas perhatiannya pada pemerataan pembangunan, khususnya bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Sumbawa, khususnya di Bima.

"kita berharap perhatian beliau dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Dae Dinda.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose Berdirinya Kemenag guna mengembangkan kualitas Pendidikan Agama Demikian disampaikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pada saat pimpin Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke–73 Tingkat Kabupaten Bima, Kamis (3/1). Bupati menyampaikan bahwa dengan berdirinya Kementerian Agama dalam rangka menjaga dan memelihara sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat yang kian naik peringkat agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antar umat beragama. Sehingga pada akhirnya kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat sehingga keterlibatan pemerintah menyangkut kehidupan beragama merupakan hal nyata dan niscaya sesuai konstitusi Negara. Keberhasilan pembangunan kehidupan beragama sangat menentukan masa depan bangsa, Oleh karena itu Pemerintah melalui peran dan fungsi Kementerian Agama hadir memberikan pelayanan keagamaan bagi seluruh umat beragama dengan berbagai fasilitasi. Kementerian Agama menyelenggarakan pelayanan publik di bidang Keagamaan dengan tiada henti melakukan invovasi. Dijabarkan pula bahwa memasuki tahun 2019 ini, ada enam sasaran strategis program Kementerian Agama yang telah digariskan, yaitu,  meningkatkan kualitas hidup antar umat beragama, meningkatkan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, meningkatkan akses layanan pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan agama dan keagamaan dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan di bidang agama. Ke enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Disamping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar umat beragama, pengembangan moderisasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang – ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain. Sedangkan moderasi beragama merupakan upaya untuk mewujudkan pemahaman dan pembangunan akhlak yang merupakan  aspek  fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa agar kita semua tidak tercerabut dari fitnah kemanusiaan kita. Bupati berharap Semoga melalui HAB Kemenag tingkat Kabupaten Bima Ke–73 ini kedepanya  kerjasama dan kebersamaan itu dapat semakin ditingkatkan di masa–masa mendatang. Menurut Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bima Drs. H.Syahril, M.Si juga menyampaikan bahwa Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, kita ingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, terutama Sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada pembukaan dan pasal 29 Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Negara kita berdasar pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama dilindungi Negara, bahkan kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama Dalam rangka memasuki era reformasi birokrasi, jajaran Kementerian Agama, senantiasa menegakan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan. Setiap pejabat dan birokrat Kementerian Agama harus memerankan diri sebagai pelayan masyarakat dan tempat berlabuhnya kepercayaan umat. Jangan sekali–kali menghianati kepercayan umat dengan perbuatan korupsi dan berbagai perbuatan tak terpuji. Kita harus ingat bahwa anjuran agar menjaga integritas tidak akan banyak pengaruhnya bila kita sendiri tidak terlebih dahulu mempraktikkan dan membuktikannya. Imbuhnya.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE usai mengikuti kegiatan Doa dan Dzikir bersama di Masjid Al–Amin Desa Rato Kecamatan Bolo, Kamis (3/1) langsung menyerahkan bantuan alat Permainan Edukatif (APE) luar bagi PAUD. Masing PAUD yang menerima bantuan diantaranya, PAUD Rafiah Desa Sondosia diterima oleh Nurahmi, PAUD Umrah desa Kananga diterima oleh Astuti dan PAUD KB Kamboja desa Rade diterima oleh   Sri Ulfawatih. Bupati mengatakan bahwa Alat Permainan Edukatif (APE) Luar bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini merupakan sebuah alat yang dirancang khusus untuk  meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak PAUD maupun di Taman Kanak–Kanak. Alat ini untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya, termasuk permainan tradisional dan moderen yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran. APE merupakan sebuah alat bermain yang digunakan anak untuk memenuhi naluri bermainnya dan memiliki berbagai macam sifat seperti bongkar pasang, mengelompokkan, memadukan, mencari padanannya, merangkai, membentuk, mengetok, menyempurnakan suatu desain, atau menyusun sesuai bentuk utuhnya sehingga dapat mengembangkan segala aspek dan kecerdasan yang ada pada diri anak. Serta kecerdasan yang ada pada anak dapat diintegrasikan dengan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran yang menuntut kreaktivan anak yang pada semua aspek ada pada diri anak dapat berkembang, baik aspek pengembangan pembiasaan maupun kemampuan dasar. Oleh karna itu keberadaan Alat peraga edukatif ini merupakan sarana bermain bagi anak-anak dan sekaligus membantu anak meningkatkan kemampuan berpikir logis, berpikir fleksibel, serta membentuk watak dan kepribadian generasi penerus bangsa ini. Bupati berharap dengan adanya penyerahan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) Luar ini, kedepannya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan, kecerdasan serta motorik anak dan membuat anak terlibat secara aktif sehingga anak dapat mengembangkan kemampuannya tersebut dengan bebas dan aktif.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Dalam rangka memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada pelayanan di bidang kesehatan, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE didampingi Kabid Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Muhammad Farid, SKM, Kamis (3/1) melakukan peninjauan progress pembangunan  Puskesmas Monta dan Puskesmas Parado. Disela–sela peninjauan Bupati menyampaikan proses penyelesaian kedua pembangunan puskesmas ini kedepanya akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dari pelayanan nantinya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan pembangunan puskesmas ini, diharapkan kepada petugas maupun para Dokter yang mengabdi di kedua puskesmas agar selalu di puskesmas, sehingga masyarakat yang ingin berobat dapat terlayani. Sementara itu Kabid Promkes Kesehatan M.Farid, SKM melaporkan bahwa pembangunan kedua puskesmas ini menggunakan alokasi DAK Afirmasi tahun 2018 dengan jumlah alokasi masing–masing puskesmas mendapatkan dana sebesar Rp. 7 Milyar lebih, sehingga dari dana tersebut program pembangunan puskesmas dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Kami selaku Pimpinan Proyek akan selalu mengawasi pembangunan kedua puskesmas tersebut sehingga kedepannya pembangunan puskesmas sesuai harapan kita bersama dan dapat digunakan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat.(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Cita–cita luhur memajukan dan mensejahterakan masyarakat yang terbingkai dalam serangkaian agenda pembangunan yang paralel antar leading sector, sudah barang tentu memiliki tantatangan dan dinamika masing – masing. Sehingga hal ini mengharuskan kita semua, senantiasa memotivasi diri untuk secara maksimal dan bertanggungjawab, melaksanakan setiap tugas pokok dan fungsi yang secara normative telah diembankan ke atas pundak kita” Demikian disampaikan Kasubag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Zainuddin, SS mengutip penyampaian Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri saat memimpin Apel Pagi Perdana di lingkup Setda Kabupaten Bima, Rabu (02/01) di halaman Kantor Bupati Bima, Godo–Kecamatan Woha. Bupati memberi attensi agar kiranya peralihan tahun dapat diterjemahkan sebagai peningkatan komitment bahwa “Demi kemajuan dan kederajadan Dou Labo Dana mbojo tercinta sebagai insan – insan pilihan, setiap aparatur mesti mengukir prestasi terbaik berlandaskan Soliditas kerja, kejujuran, ketulusan dan kesadaran kedisiplinan pengabdian yang tinggi. Kompleksnya tantangan dan dinamisnya dinamika birokrasi, sungguh membutuhkan kerja keras dan kebersamaan dalam arti yang hakiki.  Dengan terpatrinya motivasi untuk bekerja keras yang dilandasi rasa kebersamaan dan keterpaduan, niscaya setiap tantangan yang mengemuka dapat diretas dengan menyiapkan langkah – langkah solusinya sehingga tingkat kelemahan dan kekurangan pelaksanaan tugas dapat direduksi. Beberapa  hal crusial lain yang menjadi attensi Bupati pada moment Apel Pagi dimaksud, antara lain. Eksistensi aparatur dalam menghadapi tahun politik 2019, pemanfaatan Media Sosial, isyarat penataan structural serta Inovasi kerja dan Pendisiplinan Aparatur. Terkait tahun 2019 yang lekat dengan nuansa dan momentum politis, Bupati menyampaikan bahwa Aparatur itu NETRAL dalam arti fokus menjalankan, menunaikan tugas pokok dan fungsi yang diemban, semaksimal potensi dan daya yang dimiliki aparatur mesti menjunjung tinggi norma kepegawaian dan prinsip–prinsip etis hingga kredibilitas diri dan organisasi dapat terjaga, karena antara pribadi dan kewajiban professional adalah hal yang saling melekat utuh. Terkait pemanfaatan Media Sosial, Bupati memantik kepekaan etis seluruh aparatur agar menjadikan Media Sosial sebagai wasilah penyampaian informasi konstruktif dan edukatif dilandasi kearifan dan kebijaksanaan sehingga informasi yang tersampaikan dapat dicerna oleh masyarakat secara utuh dan membangkitkan semangat partisipasi guna menopang segala ikhtiar pembangunan. Terkait isyarat penataan structural, Bupati Bima menyampaikan bahwa mutasi pejabat bersifat dinamis; dihajatkan dalam rangka memaksimalisasi peran Aparatur dalam menuntaskan agenda – agenda pemerintahan dan social kemasyarakatan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi pada masing – masing bidang kerja. Tentunya, pengalokasian sumber daya aparatur sesuai dengan komposisi pelantikan, telah melalui serangkaian pemenuhan syarat – syarat normative dan pengkajian kelayakan kapabilitas baik dari aspek kemampuan dan kesesuaian keilmuan maupun dari aspek Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tanggungjawab sebagai komponen – komponen dasar penilaian record pengabdian setiap aparatur. Terkait Inovasi Kerja dan Pendisiplinan Aparatur, Bupati menginstruksikan kepada segenap OPD, terutama yang bersentuhan langsung dengan penyelenggaraan tugas pelayanan public untuk sesegera mungkin melakukan pembenahan–pembenahan regulasi pelayanan dan menemukan model atau sistem pelayanan yang berkualitas serta secara tulus – ikhlas membuka ruang partisipasi yang akhirnya bermuara pada tumbuhnya kepercayaan, penghargaan dan keyakinan masyarakat  bahwa Pemerintah Daerah memiliki keberpihakan terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Terkait pendisiplinan Apararatur, Bupati memiliki langkah baru guna membina kedisiplinan. Tanpa mengabaikan kerangka–kerangka normative, setiap aparatur yang kurang disiplin, contohnya aparatur yang telat atau tidak mengikuti apel pagi akan dipakaikan rompi khusus sebagai penanda yang harus dikenakan oleh aparatur tersebut sampai berakhirnya jam kerja pada hari berjalan. “Dengan cara ini, aparatur akan lebih memacu kedisiplinannya karena niscaya memberi dampak psikologis karena tampil beda dengan rekan kerjanya yang lain” tegas Umi Dinda penuh keyakinan. (JE.002).

Bima - Jurnal Expose, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer serta Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Bima menghadiri kegiatan Doa dan Dzikir bersama dengan majelis Sholawat di desa Tente Kecamatan Woha, Senin Malam (31/12).  Kegiatan dzikir dan Doa bersama dipandu oleh Habib Hasan  Al–Habsy. Usai dilakukan dzikir dan Doa bersama tersebut, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur, dan ungkapan penghormatan atas kecintaan kita yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW serta dalam rangka menyemarakkan syiar Islam di Daerah kita tercinta ini. Oleh karena itu, atas nama pribadi dan pemerintah daerah saya memberikan apresiasi dan terimakasih yang tulus kepada seluruh masyarakat dan pengurus Majelis Dzikir atas terlaksananya kegiatan doa dan dzikir akbar pada hari malam ini. Disamping itu, patut kita syukuri bersama bahwa setiap pergantian tahun, baik Tahun Baru Hijriah maupun Masehi, di Kabupaten Bima ini selalu diisi juga dengan kegiatan dzikir dan doa bersama guna mengajak seluruh masyarakat untuk merenung dan merefleksikan kembali berbagai aktifitas yang telah kita lakukan selama satu tahun yang lalu. Seraya memohon kepada Allah kiranya di tahun kita senantiasa diberikan rahmat, hidayah, kekuatan dan perlindungan dalam menjalani segala aktifitas dan pengabdian kita kepada masyarakat dan kemajuan daerah ini kedepan. Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan aparat keamanan, atas suksesnya terselenggaranya Pelaksanaan Pilkades beberapa waktu yang lalu, semoga dengan lancarnya pelaksanaan Pilkades ini nantinya kita akan dapat memilih pemimpin yang dapat mengemban amanah rakyat. Begitupula terkait dengan Kamtibmas dimana kamtibmas di daerah kita sudah kondusif dan aman semoga dengan adanya rasa aman ini kedepannya dapat kita jaga bersama – sama dan saling kerja sama antara masyarakat, toga, toma dan aparat keamanan demi mewujudkan rasa aman daerah kita. Bupati berharap  kita semua untuk marilah kita awali dzikir ini dengan niat dan doa yang tulus, kiranya melalui dzikir ini Allah SWT mengampuni dosa, kehilafan dan kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini, kiranya hari esok kita akan dituntun untuk mampu mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi dalam membangun daerah ini menuju negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur .(JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Rabu, 26 Desember 2018, bertempat di halaman Pendopo Bupati Bima, berlangsung Acara Do'a Arwah atas mengenang 5 tahun meninggalnya Almarhum Sultan Ferry Zulkarnain, ST. Acara dimaksud dihadiri oleh Anggota Najelis Adat Dana Mbojo, Forkopimda, Ketua PN Raba - Bima, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Bima. Mewakili keluarga, dalam Sambutannya, Hj. Indah Dhamayanti Putri yang didampingi Jena Teke Kesultanan Bima Muhammad Putera Ferryandi menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh hadirin atas do'a dan kehadirannya. Umi Dinda juga sampaikan bahwa Almarhum Sultan Ferry Zulkarnain, ST telah memberikan kasih sayang dan bimbingan terbaik bagi keluarga, ikhtiar dan karya membangun serta mengayomi bagi masyarakatnya. "Tentunya, sebagai seorang Kepala Keluarga, kami memiliki kenangan tentang welas asih dan kasih sayang, karya dan ikhtiar membangun serta mengayoman bagi segenap masyarakat yang dipimpinnya. Semoga, kebaikan dan kelebihan yang beliau tunjukkan dapat kita semua teladani dan panuti, semoga semua itu memperpanjang catatan amal kebajikan yang berbuah rimbun Ridho dan Maghfirah hingga memuliakan Almarhum di hadapan Allah SWT.  Atas kekhilafan dan kekurangan yang disua selama Almarhum memimpin, mohon untuk dimaafkan karena kemaafan dari segenap kita niscaya memudahkan perjalanan Almarhum dalam menghadap Penciptanya" ungkap Umi Dinda dengan penuh simpatik. Hal lain yang juga disampaikan Bupati Bima adalah berkaitan dengan pelaksanaan Pilkades secara serentak pada 53 Desa se- Kab. Bima yang berjalan dengan kondusif dan sukses. Hal ini merupakan refleksi bahwa masyarakat Kab. Bima kian dewasa dalam berdemokrasi. Masyarakat makin sadar bahwa beda pilihan tidak mesti menjadi embrio perpecahan dan putusnya silaturrahmi. Pesta Demokrasi Desa makin disadari sebagai wasilah memilih pemimpin terbaik yang memiliki kualitas kepemimpinan dan ketulusan semangat dalam membangun serta memajukan Desa dan masyarakat yang dipimpin. "Atas kesuksesan Pilkades serentak 2018, saya sampaikan terimakasih mendalam kepada segenap masyarakat, perangkat desa hingga RT / RW dan terutama kepada pihak keamanan (Kepolisian dan TNI) yang telah memberikan dukungan penuh hingga pelaksanaan Pilkades berjalan aman dan tertib" ungkap Bupati (JE.002)

Bima - Jurnal Expose || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada usaha mikro kecil atau kelompok usaha masyarakat yang bersumber dari Dana APBD II Kabupaten Bima tahun Anggaran 2018.

Bantuan tersebut diserahkan di halaman Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bima pada hari Jum’at (21/12).

Hadir dalam kegiatan ini Para Kepala Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah beserta seluruh jajaranya serta para penerima bantuan.

Dalam arahanya Bupati Bima mengatakan bahwa keberadaan Usaha Mikro kecil dalam perekonomian Nasional memiliki peranan yang sangat penting dan strategis. Salah satu peran yang sangat nyata adalah dengan menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada usaha mikro kecil atau kelompok usaha masyarakat sehingga dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini kedepanya para penerima bantuan bisa melaksanakan usahanya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, dengan adanya penyerahan bantuan peralatan usaha Kepada Usaha Mikro Kecil / Kelompok Usaha Masyarakat Yang Bersumber Dari dana APBD II Kabupaten Bima Tahun 2018 ini merupakan salah satu kebijakan strategis yang terpadu dan sinergritas dengan ihtiar pemerintah daerah yang maju dalam memberikan kontribusi yang optimal bagi pengembangan dan kemajuan kelompok yang menerima bantuan usaha tersebut.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri  berharap, kepada kelompok usaha mikro kecil penerima bantuan ini agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut sehingga dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan kelompoknya dalam hal usaha yang digeluti oleh masing – masing kelompok sekaligus    membantu perekonomian keluarga.

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE dalam pengantar, pemberian bantuan peralatan usaha kepada usaha mikro kecil atau kelompok usaha masyarakat ini merupakan salah satu terwujudnya visi misi kepala daerah, dimana terbangunya ekonomi yang tangguh, kreatif dan kompetitif dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi local untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera sekaligus terwujudnya pelayanan jasa yang professional di bidang Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah.

Berdasarkan data yang ada di Kami, bahwasanya jumlah koperasi yang kami bina sejumlah 272 yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari jumlah tersebut yang masih aktif sebanyak 218 koperasi dan jumlah koperasi tidak aktif sebanyak 54 koperasi sehingga dari jumlah tersebut kami selaku kepala Dinas Koperasi akan melakukan pembinaan secara bertahap sehingga dari pembinaan ini diharapkan kepada koperasi yang masih aktif dalam melaksanakan usahanya demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Sementara itu untuk jumlah UKM sebanyak 13.751 (99,51%) dengan jumlah asset yang dimiliki sekitar 50 s/d 300 juta.

Program dan kegiatan yang ada pada Dinas Koperasi adalah yang berpihak tercapainya visi misi Bupati Bima yang tertuang dalam RPJMD di sektor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yaitu pendidikan dan pelatihan bagi Koperasi dan UKM pada tahun 2019 ini sebesar 500 juta dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik, pinjaman dana bergulir kepada gerakan koperasi pada tahun 2017 mencapai 1 Miliar untuk 20 koperasi sedangkan pada tahun 2018 mencapai 540 juta untuk 10 koperasi.

Sementara itu yang akan diserahkan secara simbolis pada kesempatan ini berupa bantuan peralatan usaha bagi kelompok masyarakat / hibah peralatan sebanyak 149 unit dan bila diuangkan mencapai dana sebesar Rp. 1 Milliar, pinjaman dana bergulir kepada 10 koperasi dengan total anggaran Rp. 300 juta serta penyerahan bantuan dana hibah untuk Kelompok Usaha Bersama   ( KUBE) masing – masing 5 juta.

Momentum ini ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok Penjahit Fadilah desa Oi Saro Kecamatan Sanggar dengan ketua kelompok As’idah Romantika berupa 1 unit mesin Jahit dan Mesin Obras, kelompok pertukangan berkah desa Rasabou Kecamatan Bolo dengan ketua kelompok M.Sidik berupa jenis bantuan Pertukangan

Kelompok Mawar Merah desa Nunggi Kecamatan Wera dengan ketua kelompok Kurniawati dengan jenis bantuan berupa Mesin Giling Tepung ditambah Parut Kelapa, kelompok Mandiri desa Karumbu Kecamatan Langgudu dengan nama ketua kelompok Suwasah, bantuan yang diberikan berupa tata boga, Kelompok Safira desa Runggu Kecamatan Belo dengan ketua kelompok Rahayu bantuan berupa Gerobak Usaha, Kelompok For Kin desa Bumi Jaya Kecamatan Donggo ketua atas nama Irwan jenis bantuan berupa Kompressor.

Disamping itu diserahkan pula bantuan kepada kelompok usaha bersama masing – masing 5 juta yang diterima secara simbolis oleh Kelompok Usaha Bersama “Melati” desa Kalampa Kecamatan Woha, Kelompok Usaha Bersama “ Sarise” desa Talabiu Kecamatan Woha, serta kelompok Usaha Bersama “ Toti Mori” Kecamatan Palibelo.

Bantuan  Dana Begulir untuk koperasi dengan nilai total 300 juta yang tersebar di 10 Koperasi secara simbolis di wakili oleh Kopwan Dewi Sartika Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bima mendapatkan alokasi dana bergulir sebesar Rp. 60.000.000.

Selanjutnya Kopwan Melati Putih yang beralamat di UP2K Kecamatan Woha mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 20.000.000,-, KUD Mada Oi Kompo Kecamatan Sanggar mendapatkan alokasi dana bergulir sebesar Rp. 40.000.000,-, KPRI Amal yang beralamat di Kantor Departemen Agama  Kecamatan Woha mendapatkan alokasi dana bergulir sebesar Rp. 50.000.000 serta KSU Sinar Usaha Kecamatan Langgudu juga mendapatkan bantuan dana bergulir sebesar Rp. 40.000.000,- (JE.002).
 

Bima - Jurnal Expose || Sebagai ungkapan rasa syukur atas telah dilaksanakanya peringatan HUT Kesehatan ke–54 tingkat Kabupaten Bima, Jum’at (21/12) jajaran Dinas Kesehatan, menggelar kegiatan doa dan ramah tamah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Dr. H.Ganis Kristanto, dalam pengantarnya, momentum syukuran  peringatan HKN ke–54 tingkat Kabupaten Bima untuk meningkatkan pelayahan kepada masyarakat.

Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan bahwamMelalui ramah tamah momentum HKN ini, kita selaku jajaran kesehatan untuk melakukan refleksi tentang apa yang bisa dilakukan untuk menjawab tantangan pembangunan kesehatan.

Terlebih, tantangan terhadap pembangunan kesehatan ke depan kian kompleks, seiring dengan perjalanan pembangunan nasional di segala bidang.

Oleh karena itu kepada seluruh jajaran Kesehatan, terutama para Dokter, perawat dan kader kesehatan saat ini sebagai pejuang kemanusiaan yang bangga, tulus, serta ikhlas dapat meningkatkan pengabdianya guna peningkatan pelayanan di bidang kesehatan sehingga akan terwujud pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu bagi masyarakat.

Kegiatan  ramah tamah ini untuk menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat kita semua, untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan, dalam pencapaian derajat kesehatan harus menjadi konsep pembangunan nasional dan daerah kita.

Pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penopang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, di samping unsur pendidikan dan ekonomi.

Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek–aspek promotif dan preventif tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitatif.

Bupati Bima berharap, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturrahmi antar insan kesehatan, agar prioritas terhadap bidang kesehatan dapat terus dilakukan guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat untuk terus ditingkatkan.

Pada kesempatan ini, juga dirangkaikan dengan Doa Syukuran atas penempatan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang baru serta penyerahan piagam penghargaan kepada Puskesmas berprestasi. Yakni, Puskesmas Soromandi.

Selanjutnya penyerahan piagam penghargaan kepada para Dokter, Petugas Gizi dan Bidan teladan yang mana untuk Dokter umum diraih oleh Dokter Rolanda Gistenang yang bertugas di Puseksmas Kecamatan  Langgudu, Dokter Gigi Teladan diraih oleh drg. Irayanti Meilani yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Sape, Bidan teladan diraih oleh Dewi Asnah, AMD, Keb yang betugas di puskesmass Kecamatan Monta, serta petugas Gizi Sri A. Parmusiwati, Amd, Kebyang bertugas di puskesmas Kecamatan Monta.

Penyerahan bingkisan pada Aparatur Sipil Negara pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang memasuki masa pensiun (purna tugas) atas nama Siti Nurbahjah, S.Adm, Heru Joko Setiyono, SKM serta Drs. Hefdin Umar, Apt. penyerahan tersebut langsung diserahkan oleh Bupati Bima (JE.002).

Bima - Jurnal Expose || Malam puncak peringatan HUT ke-60 Provinsi NTB yang berlangsung  Senin malam (18/12) di halaman kantor Gubernur NTB selain dilakukan penyerahan penghargaan WTP kepada para Bupati dan Walikota, masing-masing kepala daerah juga menerima alokasi dana transfer ke daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2019.

Dalam daftar yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan RI tersebut, dana Rp.1,55 triliun tersebut terbagi dalam transfer umum senilai Rp 935,5 lebih milyar, Dana Transfer Khusus Rp. 419,2 milyar, Dana Insentif Daerah Rp. 12,2 milyar dan Dana Desa Rp. 185,61 Milyar.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan,  "komponen dana transfer umum tersebut mencakup dana bagi hasil pajak dan dana bagi hasil sumber daya alam. Sedangkan komponen dana alokasi umum (DAU) mencakup DAU murni formula.

Ditambahkan Bupati, pada komponen dana transfer khusus mencakup dana alokasi khusus (DAK) Reguler, DAK penugasan dan DAK afirmasi dan DAK Non Fisik yang dialokasikan pada sektor pendidikan, kesehatan, sanitasi Perumahan dan pemukiman, industri kecil, pertanian, kelautan perikanan, pariwisata dan sektor jalan, pasar, irigasi dan transportasi maupun Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pendidikan, tunjangan profesi guru dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Bupati berharap dana transfer tersebut dapat mendorong percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas bidang pendidikan dan kesehatan serta sektor strategis lainnya di Kabupaten Bima.(JE.002).

Kabupaten Bima - Jurnal Expose ||  Minggu, 16 Desember 2018 2018, bertempat di Desa Kowo dan Desa Oi Maci Kecamatan Sape, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri yang didampingi oleh Asisten 3 Drs. H. Makruf, Staf Ahli, Camat Sape dan Muspika Kecamatan Sape  menggelar Silaturrahmi bersama Calon Kades, Kadus, RT / RW, Tokoh masyarakat; dalam rangka menyukseskan Pilkades Serentak 2018.  

Pada kesempatan Silaturrahmi dimaksud, Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa Silaturrahmi dimaksudkan untuk membangun lintas koordinasi guna menjaga kondusifitas iklim hidup masyarakat hingga terus memberikan daya dukung konstruktif dalam perealisasian agenda – agenda pemerintahan dan pembangunan serta yang paling penting dalam waktu dekat adalah menjamin kesuksesan Pilkades serentak 2018 yang pemungutan suaranya digelar beberapa hari lagi.

Bupati Bima juga mengharapkan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang mengarah pada disharmoni dan ancaman kamtibmas.

“Harapan saya kepada seluruh elemen masyarakat kiranya budaya ketaatan dan kepatuhan kepada hukum yang telah ditunjukkan selama ini dapat terus ditumbuh kembangkan sehingga nilai – nilai hikmah dan kearifan menjadi landasan utama dalam  menyukseskan pesta demokrasi rakyat.

Tidak mudah terprofokasi hingga mengambil langkah main hakim sendiri; serahkan penyelesaiannya pada pihak yang berwenang menanganinya”

Lebih lanjut, Bupati Bima menyampaikan kepada segenap Ketua BPD dan Sekretaris BPD, Panitia, Kepala Desa dan/atau Penjabat Kepala Desa agar bersama Camat dan Muspika, menfasilitasi segala hal yang mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkades serta menjauhi segala hal yang dapat menjadi potensi masalah.

Kepada para Camat; ditegaskan agar melaksanakan tugas pengawasan dan monitoring pada desa-desa yang melaksanakan pemilihan kepala dengan mengkedepankan pertimbangan bahwa Pilkades harus terlaksana dengan baik, aman dan terkendali hingga tahapan terakhir yaitu dilantiknya kepala Desa terpilih.

“Pemungutan suara sudah dihadapan mata, sehubungan dengan semua itu saya tegaskan kepada seluruh leading berkompeten untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan terus memberikan pembinaan dan pencerahan kepada masyarakat agar pesta demokrasi masyarakat desa sebagaimana dimaksud dapat berjalan dengan sukses dan berkualitas.

Guna menjamin stabilitas dan keamanan wilayah Desa, mesti terus dimaksimalkan peran 3 pilar yakni Kades, Babinsa dan Babinkamtibmas guna mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh dimensi; baik pemerintahan, pembangunan, social kemasyarakatan serta upaya – upaya menjamin keamanan dan ketertiban” Tegas Umi Dinda

Kepada seluruh Calon Kades, Bupati menyampaikan keyakinan bahwa mereka semua adalah kader – kader pemimpin terbaik yang tentunya memiliki keutamaan dan ketokohan yang dapat diapuniti oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Bupati berpesan agar para Calon Kades juga dapat tampil menjadi pemberi solusi, menghimbau dan mengkoordinir masing – masing pendukung untuk menjaga kerekatan silaturrahmi, menjauhi perpecahan dan pertentangan karena sejatinya

Pilkades adalah media demokrasi yang tidak hanya memilih dan dipilih; melainkan momentum penyiapan pemimpin Desa yang handal lahir – bathin, dimana kontestannya adalah keluarga dan atau kerabat sendiri yang tetap harus saling menghormati dan menghargai tanpa tersekat oleh kalah atau menang dalam pemungutan suara. (JE.002)

Bima - Jurnal Expose || Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB, Rabu (12/12), bertempat di Ruang Auditorium Kantor BPK NTB, menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu PDTT) atas belanja modal atau belanja infrastruktur Tahun Anggaran 2018.

Khusus untuk Kabupaten Bima, Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) sebagaimana dimaksud hanya terkait dengan Belanja Modal saja.

Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Belanja Modal Kabupaten Bima diterima secara langsung oleh Ketua DPRD Kab. Murni Suciyanti yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kepala BPPKAD Kab. Bima, Plt. Inspektur Inspektorat Kab. Bima, Kabag. Humaspro Setda.

Hasil pemeriksaan ini disampaikan atas hasil dari proses audit yang selesai pada bulan November 2018 yang berbentuk Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas belanja modal tahun anggaran 2018.

Sehubungan dengan adanya catatan temuan Hasil Pemeriksaan, Pemkab. Bima akan menindaklanjutinya secara cermat, proporsional dan normatif.

Bagi Kabupaten lainnya yang mencover Pemeriksaan terkait pengelolaan Keuangan Desa Tahun Anggaran 2017 sampai dengan Semester I Tahun Anggaran 2018, serta efektivitas dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa TA 2015 sampai dengan Semester I TA 2018.

Secara umum Kepala BPK Perwakilan NTB Hery Purwanto, SE., MM., AK.,CA. memberikan warning agar diperhatikan dengan seksama mengingat besarnya anggaran dana desa yang dikelola pihak desa berpotensi disalah gunakan jika tidak ada pengawasan yang ketat.(JE.002)

Diberdayakan oleh Blogger.