Fakta Sebenarnya di Balik Isu Oknum TNI AL Aniaya Warga Hingga Tewas di Pekanbaru
Oknum TNI AL berinisial MT yang berpangkat Lettu memergoki dua orang pria berinisial GS dan ST. Saat hendak kabur dengan sepeda motor, keduanya menabrak MT hingga terjatuh. Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak maling dan memukuli GS serta ST.
Seorang saksi mata, ABM, menyebut GS dan ST bukan warga setempat. “Mereka sering ambil buah sukun di kebun itu. Saya tidak melihat MT memukuli, justru massa yang menghajarnya,” ujarnya.
Babinsa setempat, Sertu EK, bersama polisi dari Polsek Lima Puluh segera melerai dan mengamankan keduanya. Sekitar pukul 14.00 WIB, keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru dengan luka robek di bagian kepala.
Kanit Reskrim Polsek Lima Puluh, AKP Safril, membenarkan penangkapan dua terduga pencuri sukun tersebut. “Keduanya mengalami luka robek di kepala dan tangan. Belum bisa dipastikan apakah luka akibat dikeroyok massa atau jatuh dari motor,” jelasnya.
Setelah menjalani perawatan, GS dan ST dikembalikan ke Polsek. Karena tidak ada laporan kehilangan dari pemilik kebun, keduanya akhirnya dipulangkan ke keluarganya pada 16 Agustus 2025.
Isu yang menyebut oknum TNI AL melakukan penganiayaan hingga korban tewas pun terbantahkan. Fakta di lapangan menunjukkan GS masih hidup, sementara luka yang dialami keduanya diduga akibat dikeroyok massa dan terjatuh saat kabur.
