HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Diguyur Hujan Berkepanjangan, Pergeseran Tanah, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Lebak — Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Lebak sejak tahun 2025 hingga awal 2026 memicu pergeseran tanah di Kampung Nanggewer, RT 001 RW 002, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Akibat bencana tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah dan kini berada dalam kondisi memprihatinkan.

Peristiwa pergeseran tanah ini tercatat terjadi dan semakin memburuk saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Senin (12/1/2026). Retakan tanah tampak semakin melebar, sementara dinding rumah warga mulai pecah dan miring, sehingga membahayakan keselamatan penghuni.

Warga setempat mengungkapkan bahwa pergeseran tanah terjadi secara bertahap. Namun intensitas hujan yang tinggi membuat kondisi tanah semakin labil dan memperparah kerusakan bangunan rumah.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari dinas terkait Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten. Padahal, warga sangat membutuhkan penanganan darurat, mulai dari peninjauan lokasi, mitigasi bencana, relokasi sementara, hingga bantuan material untuk memperbaiki rumah yang rusak.

Masyarakat Kampung Nanggewer meminta pemerintah segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan serta mengambil langkah nyata agar dampak bencana tidak semakin meluas.

“Warga berharap pemerintah jangan menutup mata. Kami khawatir jika hujan terus turun, kondisi rumah akan semakin parah dan mengancam keselamatan,” ujar salah satu warga.

Penanganan yang cepat dan tepat dinilai sangat penting demi menjamin keselamatan warga serta memulihkan kembali aktivitas masyarakat yang terganggu akibat bencana pergeseran tanah tersebut. 

(Hkz)