HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Mengukur Kompetensi, PKBM Miftahul Fikri Leuwiliang Gelar TKA untuk 13 Siswa

Kab. BogorPusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Fikri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 13–14 April 2026, bertempat di Sekretariat PKBM Kampung Parungsinga RT 03/RW 03, Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa (14/4/2026).

Sebanyak 13 peserta didik mengikuti pelaksanaan TKA dengan penuh antusias. Tes ini bertujuan untuk mengukur kompetensi serta kemampuan akademik siswa sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, pihak PKBM dapat mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah diberikan, sekaligus menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan mutu pembelajaran ke depan.

Ketua PKBM Miftahul Fikri, Hendi, menegaskan bahwa peran PKBM sangat penting dalam mendukung pendidikan masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum terjangkau pendidikan formal.

“PKBM ikut berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu dari empat tujuan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat,” ujar Hendi.

Ia menambahkan bahwa konsep pendidikan di PKBM tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

“Pendidikan harus mampu memperkuat rasionalitas sekaligus membentuk moralitas atau akhlak mulia, sehingga dapat menciptakan kesejahteraan bersama di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Penilik PKBM se-Kecamatan Leuwiliang, Tubagus Muhammad Mawardhi, berharap pelaksanaan TKA ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas lulusan.

“Dengan adanya Tes Kemampuan Akademik ini, diharapkan lulusan PKBM tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik serta siap berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi memastikan setiap peserta didik benar-benar memiliki kemampuan.

“Pendidikan bukan sekadar memberi kesempatan belajar, tetapi memastikan setiap yang belajar benar-benar menjadi mampu,” tutupnya.

(Red)