HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dana Desa Giri Jaya 2025 Capai Rp1,41 Miliar, Alokasi Ketahanan Pangan dan Mobil Sampah Rp455,5 Juta Jadi Perhatian Publik

SukabumiPemerintah Desa Giri Jaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mengubah fokus penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Jika pada tahun sebelumnya anggaran lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tahun ini sebagian dana dialihkan untuk mendukung program ketahanan pangan dan pengelolaan sampah.

Berdasarkan data penyaluran Dana Desa, pagu anggaran Desa Giri Jaya meningkat dari Rp1.374.653.000 pada 2024 menjadi Rp1.415.229.000 pada 2025.

Dari total anggaran tersebut, pemerintah desa mengalokasikan Rp280 juta sebagai penyertaan modal untuk program ketahanan pangan dan Rp175,5 juta untuk pengadaan mobil operasional pengangkut sampah. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk dua program tersebut mencapai Rp455,5 juta.

Perubahan komposisi anggaran ini menarik perhatian karena sejumlah pembangunan fisik yang sebelumnya menjadi prioritas, seperti pembangunan Jalan Usaha Tani, tidak lagi menjadi fokus utama pada tahun anggaran 2025.

Kepala Desa Giri Jaya, Ujang Sihab, menjelaskan bahwa penyertaan modal untuk ketahanan pangan merupakan pelaksanaan kebijakan pemerintah yang mengharuskan sebagian Dana Desa digunakan untuk memperkuat sektor pangan melalui badan usaha desa.

Menurutnya, pengadaan mobil operasional sampah juga telah melalui seluruh mekanisme perencanaan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sebanyak 20 persen Dana Desa sesuai peraturan dialokasikan untuk program ketahanan pangan melalui BUMDesma. Sementara anggaran Rp175,5 juta digunakan untuk pembelian mobil operasional sampah yang telah melalui tahapan Musyawarah Dusun, Musyawarah Desa, serta pembahasan bersama BPD," ujar Ujang.

Meski telah disertai penjelasan pemerintah desa, besarnya alokasi anggaran untuk kedua program tersebut tetap menjadi perhatian masyarakat.

Sejumlah pihak menilai keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan program, mekanisme penggunaan anggaran, capaian kegiatan, hingga manfaat yang diterima masyarakat perlu terus disampaikan secara transparan sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.

Selain itu, evaluasi terhadap penyertaan modal program ketahanan pangan maupun pemanfaatan mobil operasional sampah dinilai penting agar penggunaan anggaran benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik, kebersihan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat Desa Giri Jaya.

Dengan pengelolaan yang transparan dan tepat sasaran, Dana Desa diharapkan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan desa.

(Heri)

Tutup Iklan