HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Guru Pengabdi Itu Telah Berpulang: Jejak Ketulusan Bu Neti Jadi Inspirasi, SDN 2 Umbuljaya Berduka

Lebak, Banten – Dunia pendidikan di Kabupaten Lebak kembali berduka. Keluarga besar SD Negeri 2 Umbuljaya, Kecamatan Banjarsari, kehilangan salah satu guru yang dikenal penuh dedikasi, Junaeti atau akrab disapa Bu Neti, yang telah berpulang ke rahmatullah setelah bertahun-tahun mengabdikan diri untuk mendidik generasi penerus bangsa.

Kepergian almarhumah bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat, peserta didik, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok guru yang sederhana, penyayang, dan memiliki semangat pengabdian luar biasa.

Selama menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik, Bu Neti dikenal sebagai pribadi yang tak pernah mengeluh meski harus menghadapi berbagai keterbatasan. Setiap hari, ia menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki dari rumah menuju SDN 2 Umbuljaya. Jalan berbukit, sempit, licin, bahkan berlumpur saat musim hujan menjadi bagian dari perjuangan yang dijalaninya demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Namun, segala rintangan itu tidak pernah menyurutkan langkahnya. Dengan senyum yang selalu menghiasi wajah, Bu Neti hadir di ruang kelas untuk menyapa dan mengajar murid-muridnya dengan penuh kasih sayang.

Salah seorang guru SDN 2 Umbuljaya yang meminta identitasnya ditulis dengan inisial L mengaku sangat kehilangan sosok almarhumah.

"Kami sangat kehilangan beliau. Bu Neti adalah sosok guru yang sangat humanis, penyayang terhadap anak-anak, rendah hati, dan selalu membawa keceriaan di lingkungan sekolah. Selama kami mengenalnya, beliau hampir tidak pernah mengeluhkan kesulitan yang dihadapinya. Yang selalu kami lihat hanyalah semangat, ketulusan, dan senyumnya," tuturnya.

Menurutnya, menjelang tahun ajaran baru, Bu Neti merupakan salah satu guru yang paling antusias menyambut peserta didik baru.

"Kami biasa bercanda dan saling menyemangati menjelang masuk sekolah. Kini suasana itu terasa berbeda. Ada ruang kosong yang sulit tergantikan karena sosok beliau begitu berarti bagi kami semua," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Jejak Pengabdian yang Tak Terlupakan

Di mata keluarga maupun rekan kerja, Bu Neti bukan sekadar seorang guru, melainkan perempuan tangguh yang menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan.

Salah satu foto kenangan memperlihatkan almarhumah mengenakan seragam batik biru sambil menggenggam map dan buket bunga saat mengikuti kegiatan pendidikan. Senyum tulus yang terpancar dari wajahnya kini menjadi kenangan berharga bagi keluarga, murid, dan rekan-rekannya.

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Kampung Ciapus, Desa Umbuljaya. Sejumlah pelayat, mulai dari keluarga, tetangga, sahabat, hingga rekan sesama guru, silih berganti datang untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir.

PGRI Kabupaten Lebak Sampaikan Belasungkawa

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhumah, Ketua PGRI Kabupaten Lebak, Efa, bersama jajaran pengurus mendatangi rumah duka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

"Kami segenap keluarga besar PGRI Kabupaten Lebak turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Junaeti. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ucap Efa.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir setelah menerima informasi mengenai kabar duka tersebut.

"Kami membawa sedikit santunan hasil kebersamaan rekan-rekan PGRI. Jangan dilihat dari nilainya, tetapi semoga menjadi wujud kepedulian dan penghormatan kami atas pengabdian almarhumah selama bertahun-tahun mendidik anak-anak bangsa," tambahnya.

Keluarga Berharap Perhatian bagi Dua Anak Almarhumah

Perwakilan keluarga, Sitinurjanah, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan perhatian.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melayat dan mendoakan almarhumah. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidup beliau pernah memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga semua berkenan membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya," ujarnya.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa Bu Neti meninggalkan dua orang anak yang masih berusia balita. Mereka berharap adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Lebak, terhadap keberlangsungan pendidikan dan masa depan kedua anak tersebut.

Selain itu, semasa hidupnya almarhumah belum memiliki rumah sendiri dan masih tinggal bersama kedua orang tuanya di Kampung Ciapus, Desa Umbuljaya.

Ketulusan Seorang Guru Menjadi Teladan

Kisah pengabdian Bu Neti menjadi potret nyata perjuangan para guru di pelosok negeri yang tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tengah berbagai keterbatasan.

Pengorbanannya menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh ketulusan para pendidik yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan kenyamanan demi masa depan anak-anak bangsa.

Kepergian Bu Neti memang meninggalkan duka yang mendalam. Namun semangat, dedikasi, dan nilai-nilai pengabdiannya akan terus hidup dalam ingatan para murid, rekan sejawat, dan masyarakat yang pernah mengenalnya.

Selamat jalan, Bu Neti. Terima kasih atas segala pengabdianmu untuk dunia pendidikan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin'.

(HKZ)

Tutup Iklan