HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jejak Soekarno di Palabuhanratu: Kisah Tukar Guling Lahan hingga Lahirnya Istana Presiden di Tepi Samudra

Kab. Sukabumi – Keindahan pesisir Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya dikenal karena panorama pantai dan ombak Samudra Hindia, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang berkaitan dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Salah satu peninggalan bersejarah yang masih berdiri hingga kini adalah Pesanggrahan Tenjo Resmi, yang kini dikenal sebagai Istana Presiden Palabuhanratu.

Berdiri di atas tebing karang yang menghadap langsung ke Teluk Palabuhanratu, bangunan tersebut menjadi saksi visi besar Soekarno dalam mengembangkan kawasan selatan Jawa sebagai destinasi wisata nasional.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Soekarno terpikat oleh keindahan lokasi tersebut sejak pertama kali melihatnya. Dari atas tebing, hamparan Teluk Palabuhanratu terlihat membentang luas tanpa terhalang apa pun. Bung Karno bahkan disebut menjuluki tempat itu sebagai "Cliff House" atau rumah di atas tebing, yang dipersiapkan sebagai tempat beristirahat dari padatnya aktivitas kenegaraan di Jakarta.

Lahan Istana Presiden Berawal dari Tukar Guling

Di balik berdirinya Istana Presiden Palabuhanratu, tersimpan kisah mengenai proses tukar guling lahan yang hingga kini masih dikenang oleh masyarakat setempat.

Yan Bastian, yang akrab disapa Opung, pengelola Hotel Bunga Ayu di kawasan Pantai Karang Pamulang, menuturkan bahwa lokasi yang kini menjadi kompleks Istana Presiden awalnya merupakan milik seorang warga bernama Mayor Mantiri.

Dikutip dari laman detikjabar, Opung mengatakan"Pemilik awal Bunga Ayu dulu tanahnya di sana, yang sekarang jadi Istana Presiden. Karena Pak Soekarno ingin membangun tempat peristirahatan di sana, akhirnya pada tahun 1960-an dilakukan tukar guling dengan lahan yang berada di Karang Pamulang ini," tutur Opung.

Keterangan tersebut merupakan penuturan dari narasumber yang mengetahui cerita sejarah di kawasan tersebut. Informasi mengenai proses tukar guling ini merupakan bagian dari sejarah lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Bagian dari Visi Besar Pengembangan Palabuhanratu

Pembangunan Pesanggrahan Tenjo Resmi merupakan bagian dari gagasan besar Soekarno untuk menjadikan Teluk Palabuhanratu sebagai kawasan wisata unggulan Indonesia.

Pada awal dekade 1960-an, pemerintah mulai mengembangkan berbagai infrastruktur penunjang pariwisata di wilayah tersebut. Dua arsitek ternama Indonesia, F. Silaban dan R.M. Soedarsono, dipercaya merancang bangunan pesanggrahan yang berdiri di atas tebing tersebut.

Pengembangan kawasan itu juga berjalan seiring dengan pembangunan Samudera Beach Hotel (SBH) yang didanai melalui dana pampasan perang Jepang, sebagai bagian dari upaya pemerintah saat itu mendorong sektor pariwisata nasional.

Hingga kini, keberadaan Istana Presiden Palabuhanratu menjadi salah satu jejak sejarah penting yang memperlihatkan besarnya perhatian Presiden Soekarno terhadap potensi wisata alam Indonesia. Selain memiliki nilai arsitektur, kawasan tersebut juga menjadi pengingat perjalanan sejarah pembangunan pariwisata di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Tutup Iklan