Ketua PAC Pemuda Pancasila Dramaga Ajak Perangi Judi Online, Sebut Ancam Masa Depan Generasi Muda dan Ketahanan Keluarga
Bogor – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Dramaga, Suhendar, S.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu memerangi praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, perjudian digital tidak hanya mengancam kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada keharmonisan keluarga, kesehatan mental, hingga masa depan generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Suhendar pada Selasa (8/7/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan judi online yang kian marak seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.
Judi Online Dinilai Bukan Jalan Keluar Masalah Ekonomi
Suhendar menegaskan, masyarakat tidak boleh terjebak dengan iming-iming keuntungan instan yang kerap ditawarkan situs perjudian online. Menurutnya, banyak korban justru mengalami kerugian finansial, terlilit utang, kehilangan pekerjaan, hingga menghadapi persoalan rumah tangga akibat kecanduan berjudi.
"Jangan pernah percaya bahwa judi online bisa menjadi solusi memperbaiki kondisi ekonomi. Faktanya, banyak orang kehilangan tabungan, terlilit utang, kehilangan pekerjaan, bahkan rumah tangganya hancur karena kecanduan judi online," ujar Suhendar.
Ia menjelaskan, kemudahan akses internet dan penggunaan telepon pintar membuat praktik perjudian digital semakin mudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan remaja yang menjadi sasaran empuk para pelaku.
Generasi Muda Harus Dilindungi dari Bahaya Judi Digital
Menurut Suhendar, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dari berbagai pengaruh negatif, termasuk perjudian online. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan mencari keuntungan secara instan dapat merusak karakter, menghambat produktivitas, dan mengancam masa depan anak-anak muda.
"Generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang produktif, berintegritas, dan mampu berkarya. Jangan sampai mereka tergoda jalan pintas yang melanggar hukum dan justru menghancurkan masa depannya," katanya.
Judi Online Picu Masalah Sosial dan Gangguan Mental
Selain berdampak pada kondisi ekonomi, Suhendar menilai judi online juga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial. Tidak sedikit pelaku yang nekat menjual aset, meminjam uang, bahkan melakukan tindakan melawan hukum demi mendapatkan modal berjudi.
Ia juga menyoroti dampak psikologis yang ditimbulkan akibat kecanduan judi online, seperti stres, depresi, hingga hilangnya kemampuan mengendalikan diri.
"Yang memprihatinkan, banyak orang terus bermain karena berharap bisa mengembalikan uang yang telah hilang. Padahal, kondisi itu justru membuat mereka semakin terpuruk," ungkapnya.
Peran Orang Tua dan Masyarakat Sangat Penting
Suhendar mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam dan internet oleh anak-anak sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif perjudian digital.
Di sisi lain, ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak yang terus berupaya memberantas jaringan judi online di Indonesia.
Sebagai organisasi kemasyarakatan, PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Dramaga juga siap berpartisipasi dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, serta kampanye publik mengenai bahaya judi online.
"Kami mengajak masyarakat untuk berani mengatakan tidak terhadap judi online. Laporkan jika mengetahui adanya praktik perjudian di lingkungan sekitar dan jangan ikut menyebarkan tautan maupun promosi situs judi," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Suhendar mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila dan masyarakat Kecamatan Dramaga menjadi pelopor dalam menjaga moral, persatuan, serta menyelamatkan generasi muda dari ancaman perjudian digital.
"Mari kita lindungi keluarga, anak-anak, dan generasi penerus bangsa dari bahaya judi online. Masa depan bangsa dibangun melalui pendidikan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong, bukan melalui perjudian. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Bersama kita lawan judi online demi masa depan generasi bangsa."
