Mahasiswa Universitas Trisakti Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Desa Munjul Hadapi Gempa melalui Program KUM-ITT 2026
Sukabumi – Tim Kuliah Usaha Mandiri–Ilmu Teknologi Terapan (KUM-ITT) Desa Munjul 2026 dari Universitas Trisakti menggelar pelatihan dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi di Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi.
Program yang melibatkan sekitar 20 peserta tersebut diikuti siswa SD, masyarakat sekitar SDN Ciaripin, serta petugas BPBD Kecamatan Ciambar. Peserta mendapatkan materi mengenai penyebab gempa bumi, potensi dampaknya, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi agar memahami prosedur penyelamatan secara langsung. Kegiatan kemudian ditutup dengan gotong royong membuat dan memasang rambu-rambu kebencanaan di lingkungan SDN Ciaripin.
Ketua Tim KUM-ITT Desa Munjul 2026, Ester Elizabeth, mengatakan pembuatan rambu kebencanaan dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang masih layak digunakan sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat.
"Rambu titik kumpul versi sederhana dapat dibuat menggunakan kardus dan bambu. Sementara untuk yang lebih permanen dapat memanfaatkan plat bekas dan tiang yang sudah tidak terpakai," ujar Ester.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KUM-ITT Desa Munjul 2026, Faisal Adinegoro, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu wilayah yang memiliki kerawanan terhadap gempa bumi karena berada dekat dengan Sesar Cimandiri dan Zona Subduksi Sunda.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana, sehingga warga mengetahui langkah yang tepat saat terjadi gempa bumi, khususnya di Desa Munjul," kata Faisal.
Petugas BPBD Kecamatan Ciambar, Dedi Supianto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Trisakti yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim KUM-ITT Universitas Trisakti yang telah melaksanakan simulasi mitigasi gempa bumi sekaligus memasang rambu kebencanaan. Keberadaan rambu ini akan sangat membantu siswa maupun guru di SDN Ciaripin," ujarnya.
Selain program mitigasi bencana, Tim KUM-ITT Desa Munjul 2026 juga melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, antara lain penyuluhan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), edukasi pencegahan stunting, demam berdarah dengue (DBD), serta pengelolaan sampah rumah tangga.
Mahasiswa juga memberikan pelatihan Bahasa Inggris bagi anak-anak, pendampingan pengembangan dan promosi destinasi wisata Cimunjul Riverside, revitalisasi PAUD Ciaripin melalui pembuatan mural, serta pembenahan akses jalan dengan pemasangan cermin cembung dan lampu penerangan jalan umum (PJU) sebagai lanjutan program KUM-ITT tahun sebelumnya.
Kepala Desa Munjul, Ujang Aos, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Universitas Trisakti dalam mendukung pembangunan desa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Trisakti atas berbagai program yang telah dilaksanakan. Semoga seluruh kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Munjul dan menjadi keberkahan bagi semua," ujar Ujang Aos.
Melalui rangkaian program tersebut, KUM-ITT Desa Munjul 2026 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Universitas Trisakti, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(E. Hamid)
