Silaturahmi Putra Mahkota Kerajaan Gowa dan Rumpun Gallarrang Saumata Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya
Gowa – Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, melakukan kunjungan silaturahmi ke Balla Lompo ri Saumata, kediaman Rumpun Gallarrang Saumata di Jalan Karaeng Makkawari, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan adat dan budaya Kerajaan Gowa.
Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai-nilai budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Gowa, seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalabbiri (saling menghormati), sipakainga' (saling mengingatkan), serta sipappacei (saling menguatkan dalam kebersamaan).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai langkah strategis untuk menjaga serta mengembangkan warisan budaya, termasuk penguatan kegiatan adat dan pembinaan generasi muda agar tetap mengenal serta mencintai budaya leluhur.
Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, menegaskan bahwa persatuan keluarga besar Kerajaan Gowa merupakan kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya yang diwariskan para leluhur.
"Kita harus kembali menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Tugas kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memastikan generasi mendatang mengenal, mencintai, dan mampu melestarikannya. Adat dan nilai-nilai Islam harus berjalan beriringan sebagai kekuatan yang mempersatukan masyarakat Gowa," ujarnya.
Sementara itu, Rumpun Gallarrang Saumata menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga identitas budaya Gowa melalui pembinaan generasi muda, penguatan nilai-nilai adat, serta kolaborasi dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin eratnya sinergi antar rumpun keluarga besar Kerajaan Gowa dalam menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, serta mendorong pelestarian budaya yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Dengan semangat kebersamaan, keluarga besar Kerajaan Gowa optimistis bahwa persatuan akan menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi adat dan budaya agar tetap hidup, berkembang, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi yang akan datang.
(Hkz/Robb)
