TNI-Polri Kawal Aksi Damai Forum Eks Peladangan Senama Nenek, Situasi Kamtibmas di Tapung Hulu Tetap Kondusif
Kampar – Sinergitas TNI dan Polri kembali terlihat dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar Perkumpulan Forum Perjuangan Eks Peladangan Desa Senama Nenek di kawasan perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (13/7/2026).
Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Tapung Hulu, jajaran Polres Kampar, serta didukung personel Koramil 016/Tapung. Kehadiran aparat gabungan bertujuan memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Kapolres Kampar melalui Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Riko Rizki Mazri, S.H., M.H., yang memimpin langsung pengamanan di lapangan, menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh pihak sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Hari ini kami bersama personel Koramil 016/Tapung melaksanakan pengamanan penyampaian aspirasi masyarakat Desa Senama Nenek. Fokus utama kami adalah menjamin keamanan peserta aksi sekaligus memastikan aktivitas di sekitar lokasi tetap berjalan dengan tertib tanpa adanya gangguan," ujar Iptu Riko Rizki Mazri.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi secara damai melalui orasi dan spanduk kepada pemerintah serta instansi terkait mengenai klaim sengketa lahan seluas sekitar 600 hektare yang melibatkan PTPN IV Regional III.
Kapolsek mengapresiasi sikap kooperatif seluruh peserta aksi, termasuk koordinator lapangan dan penanggung jawab kegiatan, yang mampu mengarahkan massa untuk tetap mematuhi aturan hukum selama berlangsungnya aksi.
"Kami mengapresiasi kedewasaan masyarakat dan seluruh penanggung jawab aksi. Penyampaian aspirasi berlangsung damai, tidak ditemukan tindakan anarkis maupun provokasi. Situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Tapung Hulu tetap aman dan kondusif hingga kegiatan selesai," jelasnya.
Sementara itu, mewakili Danramil 016/Tapung, Danpos Tapung Hulu Peltu Suriadi menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga stabilitas wilayah serta menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
"TNI selalu siap bersinergi dengan Polri untuk menjaga kondusivitas wilayah. Pengamanan ini merupakan langkah preventif agar situasi tetap aman, sekaligus mendorong penyelesaian persoalan sengketa lahan melalui mekanisme hukum dan musyawarah yang berlaku," kata Peltu Suriadi.
Setelah menyampaikan tuntutan dan membentangkan spanduk secara tertib, massa aksi membubarkan diri secara mandiri dengan pengawalan aparat gabungan. Hingga kegiatan berakhir, tidak terjadi insiden yang menonjol dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kembali berjalan normal.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
(Hkz)
